Daya Tahan Sepatu Wakai

DSC_0600

Sepatu Wakai Nagare ini menemani selama perjalanan benchmarking Malaysia-Thailand. Awalnya saya ragu memakainya. Terkesan tidak kuat karena terbuat dari kain, modelnyapun terkesan santai, tidak formal, padahal akan dipakai di Universitas Mahidol Thailand untuk short course selama dua hari.

Saya malas membawa sepatu lain, merepotkan. Daripada membawa sepatu resmi, mending ruang di tas disiapkan untuk oleh-oleh. Saya berdoa saja semoga si Wakai kuat dan sehat wal afiat sampai di tanah air.

Setelah memakainya, ternyata daya tahan si Wakai cukup kuat. Padahal dibawa berjalan jauh hingga berlari kecil, terpapar panas dan hujan. Syukurlah, harganya yang ukuran kantong saya cukup mahal sebanding dengan kekuatannya.


Wisata Singkat Batu Caves

Batu Caves

Batu Caves, sebelum ke Malaysia, saya sudah browsing sana-sini melihat dan membayangkan keindahannya. Setelah melihatnya langsung, memang cantik. Konon dibuat oleh pendatang dari Cina yang membeli tanah disekitar karst bukit kapur, lalu membangun tempat sembahyangnya. Soal karst, lebih indah di Maros.

Patung Murugan berwarna emas dan karst menjulang tinggi menyambut para turis. Tour guide hanya memberi kami kesempatan memotret selama 15 menit. Tak boleh masuk ke goa disamping patung, waktu sangat terbatas dan masuk ke goa tidak gratis. Saya kalap, potret serampangan saja dengan Nikon D3100 dan Xperia ZL. Teriknya matahari siang itu tak saya pedulikan.

Kuala Lumpur, Benchmarking hari kedua.


Weekly Photo Challenge: Endurance

Oldman Face Clay

Sketch of a human face in such a wide, formed from clay. The real face of human endurance will not be able to match this clay face.

Clay is able to survive in the long term. Remembering clay pottery from ancient man-made that can survive in the soil layers over thousands or even hundreds of thousands of years.

The human face of this clay you can see directly in Nong Nooch Village, Pattaya Thailand. In addition to these sketches, there is also the composition of the clay bowl shaped like a car and garden decoration. Creative, may human creativity last longer.


3 Tahun, Masa Rawan Pernikahan?

Bunga Mekar Merekah

3 tahun pertama usia pernikahan, konon adalah masa-masa paling rawan pernikahan. Saat itu merupakan waktu untuk saling mengenal dan mengetahui karakter dan sifat masing-masing pasangan. Di usia rawan pernikahan ini akan ditemukan pasangan yang sering bertengkar, masalah sepele bisa menjadi besar. Bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk bercerai walaupun sebenarnya masalahnya bisa dikompromikan.

Dengan usaha yang sungguh-sungguh diharapkan kedua belah pihak dapat melalui 3 tahun pernikahan dengan mulus. Usaha tersebut antara lain ikhlas, sabar, komunikasi, berusaha menjadi lebih baik, dan mencintai pasangan dengan tulus.

17 September kemarin, pernikahan kami genap berusia 3 tahun. Doakan kami semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.


Menara Petronas, Ikon Malaysia

Twin Tower Petronas

Sudah pernah ke Malaysia? Kalau Anda menjawab sudah, berarti Anda sudah pernah ke menara kembar Petronas. Paling tidak, Anda pernah berfoto atau meludah di depannya.

Menara Petronas menjadi ikon Malaysia. Gedung ini menjadi kebanggaan Malaysia karena pernah menjadi gedung tertinggi di dunia. Sekarang menara Petronas menjadi gedung tertinggi keempat di dunia. Kami sempat singgah di dekat menara Petronas, walaupun tidak tepat di depannya. Konon masuk ke kawasan gedung tidak gratis, makanya tour guide hanya mengizinkan kami berfoto di dekatnya saja, selain karena waktu yang tidak banyak. Menurut saya, gedung Pinisi Tellu Cappa di Makassar lebih cantik.

Kuala Lumpur, Benchmarking hari kedua.


Selamat Pagi Kuala Lumpur!!!

Selamat Pagi Kuala Lumpur

Pagi telah tiba, ini adalah moment pertama suasana pagi saya di Kuala Lumpur. Misi selanjutnya adalah memotret sunrise. Siapa tahu matahari terbit di Malaysia lebih indah daripada di tanah air.

Shalat Subuh di KL adalah jam 6 pagi. Secara geografis sebenarnya sama waktu dengan Jakarta. Namun entah mengapa jam waktu KL sama dengan Makassar. Setelah menunaikan kewajiban, tiba saatnya menunggu matahari terbit. Kebetulan jendela kamar menghadap ke timur. Kamera SLR dan ponsel saya siapkan. Dengan hati-hati membuka jendela kamar bagian atas, sambil memanjat kursi. Tak sempat melihat matahari, mesti mandi dan bersiap-siap sarapan. Selamat pagi Malaysia!

Kuala Lumpur, Benchmarking hari kedua.


Suasana Malam di KL

Lampion Hijau

Setelah mengisi perut, kami berinisiatif keluar hotel, menikmati suasana malam pusat kota Kuala Lumpur. Bayar mahal-mahal ke Malaysia hanya untuk tidur? Rugi! Kalau mau tidur, ke Soppeng saja! Kata profesor dosen kami.

Karena baru ke KL, kami bingung sendiri mau kemana malam-malam begini. Sebagian teman termasuk prof makan nasi goreng dan minum tarik di SK corner di depan hotel. Kami sudah makan mie instant di kamar, dan sedikit saja bekal ringgit membuat saya dan Uchenk keliling-keliling saja di sekitaran hotel. Mengambil beberapa foto jalan dan suasana malam, gratis tanpa keluar ringgit sepeserpun. Menghemat bukan? Hehehe hehehe.

Kuala Lumpur, Benchmarking hari pertama.


Lapar? Mie Instant Saja!

Kopi dan Mie Instant

Lelah dan sedikit jetlag membuat lapar tengah malam ini. Sebenarnya kami sudah dinner di pesawat, tapi porsinya kurang. Nasi goreng ikan asin versi Air Asia tak dapat mengganjal perut. Akhirnya teman sekamar, Uchenk, berinisiatif menyeduh pop mie dan kopi instan bekal perjalanan kami.

Namun air mineral gratisan tak cukup, jadilah kami memanaskan air dari kamar mandi. Semoga airnya bersih dan aman, batin kami. Tak perlu tempo lama, mie dan kopi siap sudah. Ditemani pemandangan malam lantai 8 Radius Hotel, kami santap tengah malam dengan lahapnya setelah Shalat Magrib-Isya, melupakan sumber airnya. Tenaga terisi kembali, siap bertualang.

Kuala Lumpur, Benchmarking hari pertama.


Libur T’lah Usai, Semangat!!

Laptop Sederhana

Setelah lebih dua bulan vakum dari dunia perkuliahan, tiba saatnya kembali sibuk. Sebenarnya saya masih lelah setelah Benchmarking ke dua negara tetangga minggu lalu, namun jadwal perkuliahan tak bisa ditunda. Menunda kuliah sekarang berarti menunda waktu libur kemudian.

Hari pertama kuliah, dosen sudah masuk kelas, saya terlambat, saya memilih tidak masuk, nama dicoret, tugas super banyak menanti. Rasa malas masih menggelayut, ditambah mesti beradaptasi kembali dengan suasana baru membuat hari ini lumayan kacau.

Nikmati saja, harus semangat meskipun rasa malas masih menggerogoti pusat syaraf. Teringat perjalanan benchmarking sepekan kemarin, semoga dosennya masih ingat kebersamaan kita dan tidak memberi nilai yang buruk.


Anak Setahun Bisa Apa?

Anak Satu Tahun

Besok lusa, Khalila sudah genap berusia satu tahun. Insya Allah. Apa saja yang telah bisa dia lakukan? Berjalan, mengoceh, dan bergaya.

Alhamdulillah perkembangan sensorik dan motoriknya sangat pesat. Khal sudah bisa berjalan, walaupun masih tertatih. Sudah bisa tepuk tangan, salim tangan, cium jauh, dan menirukan gaya menelepon. Jahilnyapun sudah kelihatan, tangannya gelitis mengobrak-abrik barang jika kami lengah. Lebih suka melantai, tak suka digendong kecuali ke Mall.

Rasa ingin tahunya sangat besar. Apa saja di depannya berusaha dia raih, kemudian dieksplorasi dan dieksploitasi dengan tangan dan mulutnya. Benda sekecil rambutpun dia pegang dan berusaha dia makan. Butuh ekstra ketat dan sabar mengawasinya.