Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Merdeka berarti bebas (dari perhambaan, penjajahan, dsb), berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat atau tidak bergantung kepada orang lain atau pihak tertentu, leluasa. Dengan kata lain, merdeka adalah bebas, tidak terikat, atau tidak dijajah, dapat diartikan lepas dari segala ikatan yang tidak pantas/layak, sehingga menjadi bebas untuk menentukan nasib sendiri demi segala kebaikan.
Kata merdeka berasal dari bahasa Sansekerta “Mardika” yang artinya pandai, terhormat, bijaksana dan tidak tunduk kepada seseorang selain raja dan Tuhan. Dalam bahasa Melayu “Merdika” berati bebas, baik dalam pengertian fisik, kejiwaan, maupun dalam arti politik.
Menurut KKBI lagi, revolusi adalah perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yang dilakukan dengan kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata), perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang, atau peredaran bumi dan planet-planet lain dalam mengelilingi matahari.
Hari ini genap 17 bulan rumah tangga kami. Selama itu pula kami numpang hidup di Pondok Mertua Indah, rumah orang tua kami. Kadang, dan bahkan selalu kami dibuat nyaman, tak perlu susah payah memasak untuk sekedar makan, atau membayar rekening listrik pendingin ruangan. Kondisi ini memang membuat nyaman, tapi jauh dari kebebasan, kemandirian. Jika begini terus, kami akan menderita penyakit malas, dan tak akan belajar menjalani kerasnya hidup. Kondisi ini harus diakhiri, segera, namun tanpa revolusi, tanpa penjatuhan kekuasaan. Namun, adalah tidak mungkin kami menguasai Pondok Mertua Indah, mengusir tuan rumah bukan? (hehehehe). Kami yang harus hijrah, mencoba hidup merdeka dari situasi nyaman.
Sekaranglah harinya, menghirup udara kemerdekaan, merdeka tanpa revolusi. Semangat 17 bulan sayang, Merdeka!





selamat menempuh hidup baru, dalam arti tidak lagi di PMI Mas..