Melawan Lapar

Tak peduli dengan perut yang semakin melar, dengan senang hati saya memasak malam ini, tentunya untuk dimakan sendiri. Rakus? Memang!

Menu dadakan melawan lapar bin perut keroncongan malam ini adalah nasi putih ikan goreng kering dengan sambal tomat, plus sedikit dedaunan sawi hijau. Enak? Pasti! Ya iyalah, lagi lapar. Apapun enak dimakan kalau lapar, asalkan yang dimakan adalah makanan.

Saya memilih makan malam dengan menu berat malam Jumat ini, daripada nyemil setengah-setengah yang akhirnya bikin lapar tengah malam nanti. Tak peduli resolusi awal tahun yang akhirnya gagal total, kalau saya bertekad berhenti makan malam. Konon, kalau mau langsing jangan makan malam.

Advertisements

Rise/Set

Nun jauh di tengah laut sana, awan hitam menggelayut, menutup sang mentari yang akan tenggelam. Ada batas antara terang dan gelap, membentuk celah serupa mata berwarna jingga. Sungguh indah.

Sayang, ada sebatang bambu yang agak mengganggu. Hanya ini foto portrait yang sempat saya abadikan, yang lain foto landscape yang mungkin akan saya posting di blog sebelah pada kesempatan lain.

Pemandangan ini terabadikan di kawasan ekowisata Mangrove Lantebung, Makassar. Saat galau hati tiba-tiba menggelayut serupa awan hitam, terang segan hujan tak mau. Malam harinya sepulang dari sana, hujan deras baru turun. Mungkin awan yang menutup sunset tadi yang baru sampai ke daratan.

Foto bareng, posting kemudian

Bakal merindukan momen-momen seperti ini. Foto bareng berdua dengan Khal (yang tidak bayi lagi). Sebentar lagi, si Kecil akan tumbuh besar (Insya Allah) dan menjadi milik teman-temannya, dalam artian waktunya tak banyak lagi bersama kedua orangtuanya.

Saya sempat membuka folder foto saat Khal masih bayi. Lucu dan tak berdaya. Mau digendong kemanapun, diuyel-uyel, dia tak bisa “melawan” atau menolak. Sekarang, diminta berapa kalipun sebanyak itu pula penolakannya sambil tertawa menyindir. Nda mauja’, ayah botto’..

Beruntung, pagi tadi sebelum ke sekolah setelah “diancam” bundanya akhirnya Khal mau foto bareng ayahnya. Mengambil beberapa pose, Khal memang fotojenik, tidak sama dengan ayahnya yang amit-amit.

A Face in the Crowd

Before all of this ever went down
In another place, another town
You were just a face in the crowd
Out in the street walking around
A face in the crowd
Out of a dream, out of the sky
Into my heart, into my life
And you were just a face in the crowd

Out in the street, thinking out loud
Out of a dream, out of the sky

And you were just a face in the crowd
You were just a face in the crowd
Out in the street, walking around
A face in the crowd

-Jeff Lynne/ Tom Petty-

Puisi Orang Gila

Kepalan tangan tak kan meredakan perih..
Hunusan pedang tak kan mematahkan pilu..
Luapan air mata tak kan membasuh luka..
Hempasan wujud hanyalah sia-sia..
Berlapang dadalah walaupun sesak..
Tersenyumlah walaupun kecut..
Cahaya redup kan datang menyerta..
Hingga terang membalut gulita..
Duhai aku, anak manusia..
Camkan tutur arif sang rahim..
Bersabarlah, maafkan, dan lupakan!!!
Hingga kita bersua pada yang mula..

Kalau tak pandai berpuisi, mari menggila. Entah siapa yang gila, dia atau saya? Karena konon yang membentuk persepsi adalah yang mayoritas, kemudian terkonvensi menjadi pandangan umum yang dianggap wajar.

Entah apa isi kepalanya. Mungkin dia demikian karena kesedihan memuncak, ditinggal pergi saat sayang-sayangnya.

Jangan Banyak Mengeluh

Sebagai manusia, saya suka “mengeluh” dalam kehidupan ini. Dengan tazkiroh ini, mencoba tidak mengeluh lagi.

Mengeluh: “capetta’mo!” ALLAH menjawab: “Dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat” (An-Naba’:9)

Mengeluh: “Beratnya cobaan ini, nda sanggupma!” ALLAH menjawab: “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya” (Al-Baqarah:286)

Mengeluh: “Galauta’mo!” ALLAH menjawab: “Hanya dengan mengingatKU, hati akan menjadi tenang” (Ar-Ra’d:28)

Mengeluh: “Sia-sia semuaji!” ALLAH menjawab: “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, niscaya akan mendapatkan balasannya” (Al-Zalzalah:7)

Mengeluh: “Ndada mau tolongka’!” ALLAH menjawab: “Mintalah kepadaKU, niscaya Aku kabulkan” (Al-Ghafir:60)

Mengeluh: “Sedihku!” ALLAH menjawab: “Janganlah bersedih, sesungguhnya AKU bersamamu” (At-Taubah:40)

Jangan banyak mengeluh, perbanyak syukur dan sabar.

Upacara Hari Senin

Setiap Senin mesti bangun pagi, kemudian bergegas ke kantor untuk upacara. Upacara dimulai jam 7.30, tapi ketidakpastian lalulintas membuat saya (dan mungkin banyak abdi negara lain) sering salah prediksi dan akhirnya terlambat.

Daripada terlambat, saya berangkat lebih pagi kalau hari Senin. Karena jam 7 pagi tak keburu, saya berangkat lebih pagi lagi, jam setengah 7. Padahal waktu tempuh PMI ke kantor hanya 30 menit. Kalau beruntung, saya tidak terlambat dan dengan santai mengisi tiga daftar hadir: finger print, absen SKPD, dan absen fungsional. Ribet!

Foto ini adalah sesi tambahan saat upacara berlangsung. Penyerahan hadiah, piagam, atau pencanangan kegiatan oleh bapak Bupati.

Kota Makassar

Belum cukup sebulan, resolusi ngeblog satu postingan satu hari berakhir sudah. Sampai di titik ini saya sadar bahwa ngeblog itu tidak gampang. Apalagi satu postingan satu hari, butuh moodbooster untuk membangkitkan hasrat dan gairah menulis.

Sampai disini, resolusi berubah haluan. Besok-besok posting sesuka hati saja. Yang jelasnya ada tulisan 101 kata dengan foto atau gambar “berdiri” (portrait) di setiap postingan.

Untuk kali ini saya posting foto kota Makassar dari lantai 16 salah satu hotel di pusat kota Makassar nol kilometer. Kisah lain tentang foto ini mungkin akan saya ceritakan di blog utama (mumox.blogspot.com) atau blog baru lagi (pjokka.blogspot.com) atau blog lainnya.

Ampas Kopisusu

Beberapa hari ini saya gandrung minum kopisusu. Kalau sebelumnya susukopi (yang takaran susunya lebih banyak daripada kopi), sekarang kopisusu (yang takaran susunya sama banyak dengan kopi). Jadinya agak pahit-pahit manis, tidak lagi manis-manis pahit. Entah mengapa saya mulai suka dengan makanan yang pahit-pahit.

Karena kopinya agak banyak, tampilan kopisusu jadi agak gelap dan kental. Kadang ampas kopi menumpuk di permukaan gelas. Kalau lagi sabar menunggu, ampas kopi saya biarkan mengendap perlahan ke dasar gelas. Kalau tidak sabar, ampas saya halau dengan sendok dengan perlahan. Tapi sabar akan berbuah kopisusu nikmat. Percayalah!

Kopi boleh hitam, kulitmu jangan. Kopi boleh pahit, hidupmu jangan.

Biarlah (Part Kesekian)

Aku sudah berlari
Mengejar yang tak pasti
Mengejar kamu.. Hanya dirimu..
Kulantunkan hidupku
Kubisikkan cintaku
Hanya untukmu.. Hanya untukmu…

Tapi engkau terus pergi
Tapi engkau terus berlari
Jadi biarkanlah aku di sini

Biarlah kurela
Melepasmu, meninggalkan aku
Berikanlah aku
Kekuatan untuk lupakanmu

Waktu terus bergulir
Sakit tetap mengukir
Jalan hidupku.. Jalan hidupku..

Berikanlah jiwamu
Berikanlah cintamu
Hanya untukku.. Hanya untukku

Tetapi engkau terus pergi
Tapi engkau terus berlari
Jadi biarkanlah aku di sini

Kau jauh dariku
Kau tetap menjauh dari aku

Biarlah kurela
Melepasmu, meninggalkan aku
Berikanlah aku
Kekuatan untuk lupakanmu
Berikanlah aku
Kekuatan untuk lupakanmu

(Biarlah, Lirik Lagu oleh Nidji)

Motor Masuk Air

Motor dinas ini (sebut saja namanya SAD) belum pernah sebelumnya saya manjakan (baca: servis rutin) sejak saya pinjam-pakai. Masa baktinya yang sudah setahun (dulu kebanyakan parkir manis di rumah sihh) membuatnya gempor juga, dan akhirnya (terpaksa) diservis juga.

Entah mengapa dua kali main hujan-hujanan nginap di luar pagar membuatnya masuk air. Setelah dicek, ada air yang masuk ke mesin sehingga tak mau nyala walaupun disela sehari-semalam. Busi dicek juga, sudah kalah sih. Kata Mas Ride, memang demikian penyakit motor vebek jujuki, tak sanggup menolak air.

Saya bengkelkan sore tadi, tak ada yang diganti kecuali busi. Semoga cepat sembuh SAD, lanjutkan pengabdianmu!

Just My Imagination

There was a game we used to play

We would hit the town on Friday night

And stay in bed until Sunday

We used to be so free

We were living for the love we had and

Living not for reality


It was just my imagination


There was a time I used to pray

I have always kept my faith in love

It’s the greatest thing from the man above

The game I used to play

I’ve always put my cards upon the table

Let it never be said that I’d be unstable.


Song by The Cranberries. Rest In Peace, Dolores!

Houdini Shortcut

File folder di flashdisk hilang, berubah jadi file shortcut. Beruntung file-file tersebut telah di backup. Tinggal copy kembali, namun folder kembali jadi shortcut begitu dimasukkan ke laptop. Itu pertanda virus ada di laptop. Setelah di scan, jenis virus adalah HOUDINI SHORTCUT.

Sebelum tambah parah, saya coba membersihkan laptop dari virus. Lama juga menunggu laptop kelar di scan antivirus. Mungkin sekitar 30 menit sekali scan. Ini adalah scanning kedua setelah tadi salah pencet diakhir masa scan, akhirnya diulang lagi dari awal.

Banyaknya virus di laptop ini terdeteksi dari antivirus yang baru saya pasang. Semoga SMADAV 2017 ini cukup sakti untuk HOUDINI SHORTCUT. 

Mie Ayam BTP

Sebenarnya saya masih kenyang setelah sore tadi makan seporsi sop saudara dan nasi putih plus telur bebek rebus. Tapi dasar nafsu makan sedang nafsu-nafsunya, seporsi mie ayam ini diembat juga magrib tadi.

Menurut lidah saya, mie ayam ini adalah mie ayam terenak di seantero kota Makassar. Mie ayam yang dibeli di daerah BTP ini memang sepertinya satu-satunya menu yang berlabel “mie ayam”, yang lainnya “mie pangsit”.

Konon mie ayam ini lebih enak disantap langsung di warungnya, rasanya kurang greget lagi kalau dibungkus dibawa pulang. Entah mengapa. Namun kali ini saya bungkus bawa pulang saja, dan rasanya tetap enak. Mungkin karena gratis.

Jerit e atiku

Sayang

Opo kowe krungu jerit e ati ku

Mengharap engkau kembali

Sayang

Nganti memutih rambut ku

Rabakal luntur treno ku


Wes tak cobo ngelalekne jenengmu soko ati ku

Sak tenan e ra ngapusi isih terno sliramu

Duko pujane ati nanging koe ora ngerti

Kowe wes tak wanti wanti

Malah jebul sak iki koe mblenjani janji

Jare sehidup semati nanging opo bukti

Kowe medot tresno ku demi wedoan liyo

Yowes ra popo insyaallah aku isoh, lilo


Meh sambat kaleh sinten nyen sampun mekaten

Merana urip ku

Aku welasno kangmas aku mesakno aku

Aku nangis, nganti metu eluh getih putih


(Lagu Via Vallen)

Gubuk Bambu

Di dalam gubuk bambu, tempat tinggalku. Di sini kurenungi nasib diriku. Di dalam gubuk bambu, suka dukaku. Di sini kudendangkan sejuta rasa. Kuhapuskan derita dan air mata. Kunyanyikan selalu lagu ceria. Kupasrah dan berdoa, tak putus asa. Suatu saat nanti, nasib berubah.

Kucing pun menari, mengajak ku bercanda. Hati riang membuatku bahagia. Siang dan malam Aku membanting tulang, demi untuk hidup di masa depan. Aku yakin dan ku percaya, nanti si gubuk bambu jadi istana.

Di dalam gubuk bambu, tempat tinggalku. Di sini kurenungi nasib diriku. Di dalam gubuk bambu, suka dukaku. Di sini kudendangkan sejuta rasa. 

(Lirik Lagu Meggy Z)

Memotret Pemandangan

Maksud hati memotret hamparan sawah dengan background gunung, apalah daya tampilannya kurang greget. Selain kontras dengan cahaya matahari, mungkin kamera yang digunakan kurang mumpuni. Diedit bagaimanapun tampilannya akan begini-begini saja.

Bagi saya lembah Camba, Kabupaten Maros adalah salah satu lembah yang paling indah yang pernah saya pandangi. Terasering sawah yang menghampar luas dan panjang hingga batas gunung yang lumayan menjulang membuat hati dan perasaan jadi adem melihatnya. Ingin rasanya berlama-lama di tempat seperti ini, sambil menyeruput kopi dan mengemut pisang goreng.

Sayang, keindahannya sangat sulit saya abadikan menjadi foto seperti aslinya. Mungkin butuh kamera mumpuni semisal kamera SLR dengan lensa wide.

Pohon Bengkok

Beberapa waktu belakangan ini saya sering melewati tempat dengan pemandangan ini. Kelokan sungai yang di atasnya ada pohon kelapa bengkok. Tidak kentara memang karena angle pemotretan tidak tepat. Pohon kelapa bengkoknya tidak kentara. 

Perhatikan bayangan pohon di permukaan air. Ada puncak pohon kepala namun tak punya batang, bukan? Mungkin banyak pohon kelapa bengkok seperti ini, akar sampai tengah batang lurus ke samping, namun pertengahan batang sampai puncak lurus ke atas. Tak apa membengkok yang penting bisa terus hidup, mungkin demikian perasaan si pohon kelapa.

Mengapa bisa bengkok begitu saya masih mengira-ngira. Mungkin ada longsor saat si pohon kelapa masih kecil. Atau?

Cahaya Mata

Teduhkanlah hatiku. Lelahkanlah jiwaku. Duhai engkau cahaya mataku. Yang menuntun jalanku. Yang memandu hidupku. Yang meredupkan pedih penatku. Tersenyumlah. Bahagialah. Sungguh engkau yang melumpuhkan hatiku, yang melipurkan rinduku. Senyuman itu menyenangkan aku.

Teduhkanlah hatiku. Lelahkanlah jiwaku. Duhai engkau cahaya mataku. Yang menuntun jalanku. Yang memandu hidupku. Yang meredupkan pedih penatku. Tersenyumlah. Bahagialah. Sungguh engkau yang melumpuhkan hatiku, yang melipurkan rinduku. Senyuman itu menyenangkan aku.

Teduhkanlah hatiku. Lelahkanlah jiwaku. Duhai engkau cahaya mataku. Yang menuntun jalanku. Yang memandu hidupku. Yang meredupkan pedih penatku. Tersenyumlah. Bahagialah. Sungguh engkau yang melumpuhkan hatiku, yang melipurkan rinduku. Senyuman itu menyenangkan aku. 

(Lagu dan Lirik oleh Padi)

Demi Masa

Sang waktu berjalan begitu cepat, laksana anak panah yang menembus apapun yang berada di depannya, laksana air yang tak henti mengalir kemana saja.

Baru saja rasanya negeri api menyerang di puncak pergantian tahun, sudah lewat tujuh hari saja dari waktu itu, rasanya baru kemarin. Sungguh tujuh hari yang sangat singkat, tak terasa hari, pekan, bulan, dan tahun berganti. Mari memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, mungkin waktu kita akan habis sedetik kemudian.

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Nyamuk Aedes

Bukti bahwa gentong adalah sarang jentik masih menguat hari kedua fogging tahun ini. Selain jentik, gentong ini ada nyamuknya. Kebetulan si nyamuk sedang mengapung di atas permukaan air, sedang beristirahat atau bertelur?

Nyamuk ini adalah species Aedes albopictus, satu dari dua penular virus dengue yang dominan di Indonesia selain Aedes aegypti. FYI, perbedaan Aedes albopictus dengan Aedes aegipty adalah corak di bagian kepalanya. Kalau A.albopictus corak kepala lurus seperti angka 1, motif A.aegypti seperti dua huruf C saling membelakangi.

Adanya nyamuk Aedes albopictus ini di suatu daerah membuat daerah tersebut sangat rawan terjadi penularan DBD. Semoga tak ada korban dengue selanjutnya.