Hasil Tanding Milan Glories vs Indonesia Legend

The Football Legend
Milan Glories vs Indonesia Legends

Pertandingan amal bagi bencana alam di Indonesia bertajuk Asia Disaster Relief Tour 2011 mempertemukan Milan Glories dan Indonesia Legend berlangsung minggu malam tadi. 5-1 Untuk keunggulan Milan Glories atas Indonesia Legend menjadi hasil akhirnya. Milan masih terlampau kuat bagi para legenda Indonesia. Empat gol Serginho ditambah gol sundulan Nelson Dida hanya mampu dibalas lewat sepakan Ricky Yacobi. Menurut saya, pertandingan ini sangat menghibur dengan cerita unik dan lucunya. Pemain Milan tampil dengan kemampuan dasar yang baik, meski sudah menua. Permainan mereka sederhana, tetapi kemampuan dasar itu begitu melekat. Beberapa kejadian unik sempat saya catat antara lain.

Orang Tua lawan Bekas Anak Muda
Siapa yang tidak tersenyum melihat legenda hidup AC Milan, Franco Baresi (51 tahun) bermain di lapangan hijau ? Dengan sisa-sisa kekuatannya, om Baresi masih sanggup mengawal lini belakang Milan dari gempuran orang tua Indonesia. Saat om Baresi main, tidak ada gol yang bersarang ke gawang Milan. Siapa yang tidak menahan tawa melihat Ricky Yakobi, Fachri Husaini, Aji Santoso, Rully Nere dan Bekas anak muda berprestasi Indonesia berlari mengejar bola, saling mengumpan, dan berusaha melewati lawan untuk mencetak gol? Belum lagi penampilan eksentrik Rochy Putiray dengan kepala di cat warna-warni dan sepatu berlainan warna tak mampu menjebol gawang lawan walaupun dengan banyak peluang emas. Mereka semua adalah orang tua atau bekas anak muda yang dulunya berprestasi dan kembali bertanding main bola.

Gonta ganti pemain seenaknya
Kalau di pertandingan resmi, aturan sepakbola menyatakan bahwa satu tim maksimal melakukan pergantian pemain sebanyak 3 kali. Namun dipertandingan ini, jangankan mengganti pemain lebih dari 3, para pemain yang sudah keluar pun dapat masuk bermain kembali, kapanpun. Selain itu, pelatih dapat menempatkan posisi pemain dimanapun. Ini terjadi pada Dida yang pada babak pertama jadi penjaga gawang, kemudian di plot menjadi striker pada babak ke-2.

Kiper menjebol gawang
Nelson Dida menjebol gawang Hendro Kartiko, hanya ada di pertandingan ini. Babak pertama Dida bermain sebagai penjaga gawang. Babak kedua dia keluar sebentar untuk masuk kembali menjadi striker. Awalnya saya heran, apa tujuan Milan menjadikan Dida seorang striker? Mudah-mudahan bukan untuk menganggap enteng, namun sebagai hiburan saja. Saat menjadi striker inilah, Dida menerima umpan matang dari sayap, kemudian menyundul bola masuk ke gawang Hendro. Goooll…

Gol Indonesia
Gol Ricky tercipta di menit 85 untuk Indonesia Legends, hanya sekitar semenit setelah ia masuk ke lapangan. Dengan sebuah tendangan voli terarah, Ricky membobol gawang kawalan Massimo Taibi. Saya sebenarnya tidak terlalu banyak tau tentang om Ricky, namun setelah melihat gol indahnya, saya menyesal terlahir terlalu lama untuk melihatnya bermain bola untuk Indonesia tahun 80-an dan sempat dua kali mempersembahkan medali emas SEA Games pada tahun 1987.

Walaupun berakhir dengan kekalahan 1-5, bagi saya dan mungkin juga seluruh rakyat Indonesia ini bukan soal skor akhir, namun soal humanity dan charity. Ini pertandingan yang mempunyai nilai dan hasil yang besar. Nantinya, sebagian dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada Yayasan Nadhlatul Ulama Indonesia.

Akhirnya, dalam sepakbola, permainan yang baik pasti akan dikenang dalam waktu yang lama. Nilai dibangun karena reputasi dan prestasi. Dan jika mampu mengukir nama besar, sampai kapanpun masih dapat “dijual” untuk menghasilkan sesuatu. Termasuk laga amal ini. Itulah AC Milan, kata sang komentator.

Susunan pemain

Milan: Dida, Taibi, Roque Junior, Costacurta, Baresi, Stefano Nava, Lentini, Eranio, Christian Lantignotti, Giunti, Serginho, Papin, Daniel Massaro, Vierchowod, Maurizio Ganz, dll.

Indonesia: Hendro Kartiko, Hermansyah, Kurniawan Dwi Yulianto, Ricky Yacobi, Yeyen Tumena, Jaya Hartono, Ponaryo Astaman, Aji Santoso, Bima Sakti, Charis Yulianto, Ansyari Lubis, Rochy Putiray, Widodo CP, Rully Nere, dll.

gambar: vivanews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s