damailah makassar

Pasca insiden penikaman yang menewaskan 3 warga di depan mtos, makassar masih diterpa issu. Tidak mencekam apalagi bergolak sih, namun cukup mengkhawatirkan menjadi rusaknya suasana damai di makassar.

sedikit flashback, terjadi pembunuhan secara membabi buta pada tanggal 14 september siang lalu di depan salah satu pusat perbelanjaan di kota makassar, mtos. Pembunuhan dilakukan dengan cara menikam menggunakan sangkur. 3 orang tewas (1 orang tua dan 2 anak-anak) dan 2 orang terluka parah. Penikaman dilakukan oleh warga pendatang dari flores yang sedang mabuk. Ini murni kriminalitas, tidak ada sangkut pautnya dengan isu sara.

Namun, belakangan ini berkembang menjadi isu sara yang sangat mengkhawatirkan. Bukan apanya, yang menjadi korban pembunuhan adalah warga asli makassar dari daerah bantaeng dan jeneponto yang dikenal keras. Dikabarkan, keluarga korban datang berbondong-bondong dari bantaeng dan jeneponto untuk mensweeping warga flores. Karenanya, terjadi pengungsian secara massal warga flores yang berdomisili di makassar dan sekitarnya. Pengungsian berpusat di barak-barak SPN batua. Sampai kemarin (15 september 2011), pengungsi sudah berjumlah 7000-an orang, mungkin hari ini sudah mencapai 1000-an orang.

Yah begitulah, 1 orang yang berbuat, seluruh masyarakat terkena imbasnya, bukan hanya warga flores (pengungsi) yang was-was, warga lainnya pun ikut khawatir, termasuk warga bugis makassar yang ada di flores sana. Kalau pecah, tentunya akan berdampak sangat buruk bagi lingkungan sosial, khususnya kota makassar yang sangat multietnis. Mengapa ? Masih hangat dalam ingatan beberapa tahun lalu saat ada sweeping dan penggajangan warga etnis tionghoa. Kerusuhan sosial di kota makassar tersebut terjadi karena perbuatan seorang warga etnis tionghoa yang mengalami gangguan jiwa memperkosa anak mengaji. Penjarahan terjadi dimana-mana, rusuh serusuh rusuhnya.

Karena itu, ada anekdot yang muncul : “seandainya cina, kaya meki’ lagi ini”.. Seandainya cina, kita akan kaya lagi. Anekdot yang tidak lucu !!!

Sudahlah, damailah makassarku, tak ada guna kita terpecah. Biarlah yang bersalah dihukum seberat-beratnya, bukan orang yang tidak bersalah sama sekali. Tidak elok rasanya kita menyalahkan semua orang flores di kota ini, tentu ada juga diantaranya yang berhati dan berperilaku florist.

Salam damai…

Advertisements

2 thoughts on “damailah makassar

  1. aq sadar dg peristiwa ini keluarga korban merasa kehilangan, tp hx perbuatan 1 org sj, dampakx ke smua etnik. Nyawa di bls nyawa, kerjaan di tinggalkan, kuliah berantakn, kemakuran yg slma ini terjalin smua hilang krn ulah seorang. Mengapa hrs terjd spt ini? Bagi sy yg memiliki keturunan makassrflores, sangat prihatin ats kejadian ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s