MU 1 vs City 6, Petaka Kartu Merah, Tapi Belum Kiamat

image

Manchester City tampil gemilang dalam duel panas derby Manchester. Bertandang ke markas Manchester United, The Citizens membawa pulang kemenangan fantastis dengan skor 6- 1. Laga di Old Trafford, Minggu (23 /10/2011 ) berjalan ketat pada menit-menit awal. Kedua tim kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang-peluang berbahaya. Namun, situasi berubah setelah Balotelli memecah kebuntuan pada menit ke- 22. Tempo pertandingan langsung meningkat dan permainan terbuka di antara kedua tim tersaji.

Diusirnya Jonny Evans pada awal babak kedua jadi awal petaka buat MU. Kalah jumlah pemain membuat pertahanan mereka rapuh dan mudah ditembus. City menambah empat gol pada babak kedua, masing-masing lewat Balotelli, Sergio Aguero, dua gol Edin Dzeko, dan David Dilva. Satu gol hiburan MU dibuat Darren Fletcher. Kemenangan telak ini memantapkan posisi City di puncak klasemen Liga Primer Inggris dengan 25 poin dari sembilan laga. Mereka unggul lima poin atas MU yang ada di peringkat kedua.

Hingga pekan kedelapan musim ini, Old Trafford masih jadi tempat angker buat lawan-lawan Manchester United. Namun, Manchester City berhasil meruntuhkannya lewat kemenangan telak 6- 1 atas “Setan Merah”. Siapa yang tak tahu kehebatan MU kala bermain di kandangnya. Musim lalu mereka tak sekali pun menelan kekalahan di Theatre of Dreams . Musim ini pun, skuad asuhan Sir Alex Ferguson masih tetap tangguh di Old Trafford. Sebelum bertemu City, mereka selalu menang dalam empat laga kandang, termasuk mempermalukan Arsenal 8- 2. Namun, kondisi berbalik 180 derajat saat MU menjamu City, Minggu (23 /10/2011 ). Superioritas bukan lagi milik MU, tapi milik tim tamu. Tak main-main , The Citizens melesakkan enam gol ke gawang David De Gea. MU sendiri cuma berhasil membalas sebiji gol. Manchester United 1, Manchester City 6.

Jalannya pertandingan

Pada menit-menit awal, laga berjalan cukup ketat. Kedua tim sempat kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang- peluang berbahaya. Saat laga berusia 22 menit, kebuntuan akhirnya terpecahkan. Diawali umpan terobosan David Silva kepada James Milner yang bergerak di sayap kiri, bola kemudian dioper ke Balotelli yang berdiri di tengah kotak penalti. Dengan brilian, Balotelli melepaskan tembakan menyusur tanah di luar jangkauan David De Gea. Gol Balotelli membuat tempo pertandingan langsung meningkat. MU sempat mendapatkan peluang lewat percobaan Ashley Young dari luar kotak penalti pada menit ke- 27. Namun, arah bola masih melebar. Usaha serupa dilakukan oleh Anderson pada menit ke-34 . Namun, tendangan gelandang asal Brasil itu masih mengarah ke pelukan kiper Joe Hart. Rapatnya pertahanan City membuat MU banyak mengandalkan tembakan dari jarak jauh. Misalnya, sebuah tembakan Rooney pada menit ke-36 yang masih mudah dijinakkan oleh Hart. Hingga turun minum, kedudukan tak berubah. City masih unggul 1- 0.

Babak kedua baru berusia satu menit, MU sudah kehilangan salah seorang pemainnya. Jonny Evans diusir wasit usai menjatuhkan Balotelli di depan kotak penalti. Meski pelanggaran tidak keras, pelanggaran Evans terhadap Balotelli tetap berbuah kartu merah karena Evans adalah pemain terakhir sebelum kiper. Gawang City sempat terancam pada menit ke-54 . Beruntung buat City, bola sapuan Milner yang mengenai kaki Young arahnya masih di damping gawang Hart. Enam menit kemudian, Balotelli membukukan gol keduanya. Lagi-lagi , gol ini diawali kombinasi cantik Silva-Milner . Nama terakhir melepaskan umpan silang dari sisi kanan yang tanpa kesulitan dicocor Balotelli ke dalam gawang. Pada menit ke-69 , gawang MU kembali jebol. Lewat proses yang mirip gol kedua, kali ini umpan Micah Richards berhasil disontek Sergio Aguero ke gawang De Gea. Satu menit kemudian, Edin Dzeko yang baru masuk nyaris menambah keunggulan City. Beruntung buat MU, sepakan striker asal Bosnia itu masih tipis di samping gawang. Dzeko kembali mengancam gawang MU pada menit ke 78. Mendapat umpan matang Silva, Dzeko yang berdiri tanpa kawalan gagal mencetak gol karena tembakannya bisa dihalau De Gea dengan kakinya. “Setan Merah” memperkecil ketertinggalan pada menit ke- 81. Setelah bermain umpan satu-dua dengan Javier Hernandez, Darren Fletcher mencetak gol lewat tembakan terukur ke pojok atas gawang City.

Semenit jelang berakhirnya waktu normal, Dzeko mengubah kedudukan jadi 4- 1. Dari situasi sepak pojok, bola sundulan Gareth Barry jatuh di kaki Joleon Lescott. Kemudian, Lescott
mengoperkannya ke Dzeko yang tak kerkawal. Sekali sontek, gawang Mu jebol. Injury time tak menghentikan keganasan City. Anak buah Roberto Mancini mencetak dua gol lagi pada masa ini. Gol kelima City dicetak oleh Silva. Mendapat umpan terobosan Dzeko, playmaker asal Spanyol itu melakukan penetrasi ke kotak penalti MU sebelum dengan dingin menaklukkan De Gea. Dzeko akhirnya menggenapi kemenangan besar City. Memenangi duel sprint melawan bek-bek MU, Dzeko tanpa kesulitan mengirim bola ke gawang MU lewat tembakan terukur. Peluit panjang berbunyi, City menang telak 6- 1.

Susunan pemain:
Manchester United: De Gea, Evra, Ferdinand, Evans, Smalling, Fletcher, Anderson (Jones 66′), Nani (Hernandez 66′), Young, Rooney, Welbeck
Manchester City: Hart, Richards, Kompany, Lescott, Clichy, Barry, Toure, Milner (Kolarov 88′), Silva, Aguero (Nasri 76′), Balotelli (Dzeko 70′)

Tanggapan SAF

Sir Alex Ferguson is looking for a reaction from his players after United suffered a 6- 1 thumping at the hands of local and title-race rivals Manchester City in the Barclays Premier League. The boss believes the manner of Sunday’s defeat will have a positive impact on his squad and hopes his men will bounce back to title-winning form against Everton next weekend.

“You have to recover,” declared Sir Alex. “In the history of Manchester United, it is another day and we’ll recover from this, there’s no question about that. “But that kind of defeat will make an impact on the players. There’s a lot of embarrassment in the dressing room and quite rightly so. Hopefully they’ll show that [reaction] next week.” The Reds dominated the early possession against Roberto Mancini’s side and were perhaps unlucky to fall behind to Mario Balotelli’s goal on 22 minutes. Victory was by no means beyound United as the second half kicked off, but a red card for Jonny Evans undoubtedly made the quest for a positive result more difficult.

“For the first 10 minutes, we absolutely dominated the game and played some brilliant football so it was hard to believe when we went 1- 0 down,” Sir Alex reflected. “But that was retrievable. The sending-off was a killer blow to us. “The player (Balotelli) didn’ t control the ball, but the fact trademark win from behind, but it was a tactic that was exploited by the visitors. “We just kept attacking,” said Sir Alex. “It’s alright playing with the history books but common sense has to come in at times. With the experience we had at the back, we should have realised that and settled for what we had when it went to 4- 1. “At times our full- backs were almost our wingers and we were playing almost two versus three at the back. That was suicide and crazy.”

Masih ada banyak pertandingan, ayo balas, ayo bangkit MU!!!!

Sumber: detik.com, manutd.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s