Penyebab Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara

image

Jembatan Kutai didesain mirip Golden Gate, salah satu ikon Amerika Serikat yang terletak di San Francisco. Kalah panjang memang. Panjang jembatan di atas Sungai Mahakam ini “cuma” 710 meter, tak ada apa-apanya dibanding Golden Gate yang membentang sepanjang 2,7 kilometer. Tapi, nasib keduanya sungguh bertolak belakang. Usia Jembatan Kutai tak mampu mencapai usia 74 tahun seperti halnya Golden Gate. Itulah yang membuat orang terheran-heran. Bagaimana bisa jembatan yang baru berusia 10 tahun ini ambruk dan hanya menyisakan dua tiang yang tak lagi tegak? Tak hanya soal mekanisme perawatan, tanda tanya besar juga muncul dari pembangunan jembatan yang menelan dana tak sedikit, sekitar Rp150 miliar. idealnya usia jembatan semacam ini minimal 100 tahun

Hingga saat ini, investigasi penyebab robohnya Jembatan Kutai Kartanegara masih dilakukan. Hasil pastinya belum ada. Namun, tim Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tiba di lokasi sehari setelah kejadian telah membeberkan temuan sementaranya. Nur Ilham, salah satu anggota tim peneliti, mengungkapkan ada banyak rumor yang berkembang di masyarakat: bahwa sebelum runtuh jembatan ditabrak kapal tongkang atau bahwa jembatan tidak mampu menahan beban yang melebih kapasitas. Namun, katanya di kampus UGM, Yogyakarta, Jumat, 2 Desember 2011, “Kami memotret fakta di lapangan. Yang jelas, kabel utama yang diimpor dari Kanada tidak apa-apa. Kabel penggantung dari Austria juga tidak
masalah. Namun, baut dan mur mengalami gagal geser. Mur dan baut pada sambungan tersebut adalah besi tua hasil produksi lokal yang sudah menghitam dan retak.”

Ketua tim investigasi UGM Profesor Bambang Suhendro mengatakan ada indikasi jembatan runtuh karena mengalami degradasi sehingga tak memenuhi syarat lagi. Dia mengatakan, menjelang runtuh, komponen kabel utama, hanger, rangka jembatan, pylon , fondasi,
dan angkur blok masih berfungsi baik. “Satu- satunya komponen vital yang diduga kuat
mengawali atau memicu keruntuhan adalah sistem sambungan antara kabel utama dengan hanger (kabel penggantung),” kata dia. Fakta juga menunjukkan klem masih utuh, namun baut dan mur mengalami gagal geser. “Gagal geser merupakan fenomena kegagalan material yang bersifat getas sehingga terjadi secara tiba-tiba tanpa diawali dengan gejala lendutan atau deformasi,” dia menjelaskan. Meski diakui masih perlu dibuktikan lebih lanjut, tim UGM mengajukan hipotesis penyebab gagal geser ini. “Perlu diingat, ada dua atau tiga saja sistem sambungan dari seluruh sambungan yang ada mengalami kelelahan bahan, maka efek domino keruntuhan akan terjadi,” katanya.

Karena itu, tim UGM merekomendasikan agar reruntuhan jembatan Kutai Kartanegara dimuseumkan sebagai bahan pembelajaran buat semua. Tim UGM menyimpulkan jembatan ambruk karena mengalami degradasi dan gagal geser.

Duka untuk kukar, untuk Indonesia.

Source: vivanews.com

Advertisements

3 thoughts on “Penyebab Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara

  1. mudah-mudahan kejadian ini menjadi pembelajaran unutk pembangunan kedepannya yang memang di negara ini tak sulit menemukan bangunan2 yang rusak/hancur tidak lama setelah dibangun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s