Angka DBD Kota Makassar Tahun 2011

Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) patut diwaspadai, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi. Data / Angka penderita DBD Kota Makassar Tahun 2011 menunjukkan jumlah kasus terbanyak pada Januari. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, jumlah kasus DBD tertinggi tercatat pada Januari 2011 sebanyak 14 kasus. Laporan kasus DBD pada November yang masuk hanya tiga kasus. Secara umum, selama Januari sampai November 2011, jumlah kasus DBD yang tercatat dan terlaporkan sebanyak 80 kasus.

Melihat data kasus DBD tersebut, penyebaran penyakit antara Januari sampai Maret perlu diwaspadai. Musim hujan menimbulkan banyak genangan dan menjadi tempat hidup dan berkembangnya nyamuk aedes aegepty pembawa virus DBD.

Sedikitnya 30 daerah yang rawan penyebaran penyakit DBD di Makassar. Kelurahan yang rawan penyebaran DBD di antaranya Kelurahan Sudiang Raya, Daya, Tamalanrea Jaya, Tamalanrea Indah, Parangloe, Tamalanrea, Mariso, Lette, Barombong, Pattingaloang Baru, dan Pattingaloang. Daerah rawan penyebaran penyakit DBD tersebut tersebar di 10 kecamatan. Identifikasi daerah penyebaran DBD terbanyak ditemukan di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, Wajo, Ujungpandang, Mamajang, Panakkukang, Ujung Tanah, Makassar, Mariso dan Tamalate.

Kerawanan suatu daerah terhadap penyebaran penyakit DBD diukur berdasarkan angka bebas jentik. Suatu daerah dikatakan rawan terjangkit penyakit DBD bila angka bebas jentik masih di bawah 75 persen. Selama ini, penanganan penyakit DBD di antaranya dilakukan dengan fogging atau penyemprotan di seluruh daerah. Disediakan pula serbuk abate untuk ditaburkan di lokasi yang dianggap rawan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty.

Namun, penanganan seperti fogging hanya bersifat sementara karena sekadar membunuh nyamuk dewasa. Telur dan jentik nyamuk tidak bisa dibasmi dengan fogging.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas penyebaran penyakit DBD di wilayah masing-masing. Paling tidak, masyarakat melakukan tindakan 3M dengan menguras bak air, menutup tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.

sumber: fajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s