Laki-laki diperkosa, bisakah?

Beberapa waktu lalu, di media ramai diberitakan kasus pemerkosaan di Zimbabwe yang dilakukan tiga wanita kepada seorang pria. Berita itu memunculkan pertanyaan besar, bisakah wanita memperkosa pria? Dalam berita disebutkan, korban pria diperkosa dalam ancaman senjata dan para wanita itu menggunakan obat. Mereka memerkosa dengan alasan untuk mengambil sperma pria. Akan tetapi, apakah mungkin seorang pria mencapai ejakulasi dalam kondisi tertekan? Pada perempuan, mereka bisa diperkosa di bawah kondisi penuh tekanan, tidak sadarkan diri, atau dalam pengaruh obat. Akan tetapi pada pria, mereka tentu membutuhkan proses ereksi.

Masuk akal jika dipertanyakan apakah organ seksual mereka dapat berfungsi di bawah
tekanan ataupun pengaruh obat. Beberapa pria bahkan mengaku tidak bisa buang air kecil
jika ada orang lain yang melihat. Kebanyakan pria juga menjawab mereka tidak bisa
mencapai puncak dalam keadaan takut. Menurut seksolog senior dr Naek L Tobing
dalam bukunya Seks Tuntunan Bagi Pria , meskipun ereksi penis tampaknya terjadi dengan cepat, hal itu merupakan proses yang rumit dan membutuhkan kerja sama banyak sistem di dalam tubuh.

Proses tersebut dimulai dari otak, sistem saraf, pembuluh darah, dan hormon juga turut
dilibatkan. Sementara itu, mengenai ejakulasi, menurut pakar seksologi klinis Hernando Chaves, bisa terjadi secara refleks dari tulang belakang. “Saya pernah melihat orang yang sedang kejang-kejang mengalami ejakulasi,” katanya seperti dikutip situs Askmen. Ia menjelaskan, selama saraf simpatetik berfungsi normal, ejakulasi bisa saja terjadi. Dengan kata lain, tanpa ereksi sekalipun, penis juga dapat mengeluarkan sperma. Sementara itu, untuk terjadinya ereksi yang bekerja adalah saraf parasimpatik yang dipengaruhi rangsangan seksual, baik yang berasal dari pikiran, penglihatan, penciuman, maupun pendengaran.

Itulah jawaban medisnya, bagaimana jika dilihat dari aspek hukumnya?

Menurut studi terbaru CDC, satu dari lima wanita dan satu dari 71 pria di AS pernah diperkosa. Lagi-lagi saya membatin, Laki-laki diperkosa? Bisakah?

Menurut defenisi baru pemerkosaan oleh FBI, kaum pria dan orang-orang yang secara fisik tak sanggup melawan serangan, masuk dalam kategori korban pemerkosaan. FBI sebelumnya mendefinisikan pemerkosaan sebagai penguasaan fisik secara paksa terhadap seorang wanita, di luar kehendaknya. Dalam definisi baru, kata-kata yang merujuk pada perempuan saja, akhirnya dihilangkan. Kini, definisi tindak pemerkosaan menurut FBI adalah ‘penetrasi sekecil apapun di luar kehendak korban terhadap alat kelamin atau anus menggunakan bagian tubuh atau benda lainnya ‘. Selain itu, aktivitas seksual yang terjadi di luar kehendak korban, juga dimasukkan dalam definisi pemerkosaan.

Sumber: kompas vivanews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s