Flu Burung pada Unggas di Maros

Hari ini sibuk lagi, setelah KLB Difteri yang memborbardir beberapa hari lalu hingga sekarang, ada lagi tugas berat menanti. Awal februari ini, ada kasus positif flu burung pada ayam di dua Kecamatan. Untuk hari ini, pemusnahan ayam secara terbatas dilakukan di Jalan Poros Makassar-Maros, Dusun Palisi, Desa Tellupoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros. Hal ini dilakukan setelah diketahui hasil positif H5N1 pada unggas tanggal 6 Februari kemarin. Sejak akhir Januari hingga hari ini, terhitung sekitar 30 ekor ayam bapak H. Abd. Rahman sakit dan mati (termasuk sekitar 8 ekor ayam yang dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur).

Menurut keterangan pemilik, ayam telah lama dipelihara, dilepas begitu saja dan dikandangkan pada malam hari saja. Menurut keterangan dokter hewan Dinas Perikanan dan Kelautan Maros, penyebaran awal virus H5N1 bisa saja berasal dari lalulintas hewan, karena di depan rumah pemilik unggas adalah jalan poros yang bias saja dilalui unggas positif flu burung yang tidak terdeteksi. Selain itu, ada juga kasus positif flu burung pada ayam minggu lalu di Kecamatan Maros baru, lokasi juga berada di jalan poros.

Salut saya pada pemilik unggas, bapak H. Abd Rahman yang dengan sadar melaporkan kematian ayamnya kepada dinas terkait (wakil rakyat, anggota DPRD yang kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan) karena kekhawatirannya akan menular ke manusia. Setahu saya sangat jarang perilaku yang sadar seperti ini oleh peternak, karena khawatir ayam miliknya ikut dimusnahkan semua.

Dari hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan, Tidak ada masyarakat sekitar lokasi yang menderita gejala ILI (kasus dengan demam >38oC disertai batuk dan atau sakit tenggorokan) atau suspek Flu Burung (panas >38°C, dan ada riwayat kontak dengan unggas sakit/mati mendadak). Namun, ada penderita demam yang telah diperiksa di dokter ahli anak di RS Catherina Both Makassar dengan diagnosis demam biasa. Besok, akan diadakan puskesmas keliling oleh Puskesmas Marusu di lokasi tersebut.

Semoga tidak terjadi penularan flu burung dari unggas ke manusia. Partisipasi aktif dari masyarakat untuk melaporkan apabila ada anggota keluarga yang sakit ke puskesmas sangat diharapkan.

Advertisements

3 thoughts on “Flu Burung pada Unggas di Maros

  1. Ya, salut deh sudah cepat tanggap … di kampung saya, dulu pas zaman flu burung, peternak pada malas laporan saat ayamnya banyak yang mati mendadak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s