Macet Lagi, Sampai Kapan?

Pikiran macet lagi, entah sampai kapan..
Ide tersumbat lagi, apa penyebabnya?

Kalau penyebab kemacetan lalulintas sudah jelas… Ketidakdisiplinan, ketidaksabaran, dan ketidakpedulian..

Soal iklan, si pemasang iklan selaku pemasar iklan menyimpan iklan berupa baliho, banner, atau spanduk di tempat strategis. Tempat strategis bisa berupa persimpangan jalan yang padat (contoh, persimpangan masuk Bandara) ataupun macet (contoh, persimpangan di pusat kota).

Tempat yang macet bisa sangat strategis sebagai tempat memasang iklan. Semakin macet, semakin tinggi peluang iklan yang dipasang dilirik oleh pengguna jalan. Coba saja perhatikan dan rasakan sendiri, berapa kali anda melirik iklan baliho di sudut jalan atau yang membentang di atas jalan dalam semenit? Lima kali saja anda melirik ke iklan tersebut, jika betul-betul macet total, berapa kali anda lirik iklan tersebut dalam setengah jam? Hitung sendiri! Dan dari lirikan anda, pasti ada minimal sekali anda berpikir tentang iklan tersebut, alih-alih jadi tertarik memakai dan membeli produk iklan tersebut.

Semakin macet semakin bagus, semakin banyak orang yang melihat iklan. Mungkin si pemasang iklan selalu berharap terjadi kemacetan, yang lama. Seperti juga harapan pedagang asongan perempatan jalan, yang mengeluh jika arus lalu-lintas lancar. Rejeki mereka seret jika tidak macet.

Pelanggan tidak ada yang haus ataupun sekedar melirik dagangan mereka karena tidak ada (atau sedikit) interaksi antara pedagang asongan dan pengguna jalan (sekaligus calon pelanggan) karena waktu jeda yang terbatas saat tidak macet. Mungkin demikian juga dengan pemasaran iklan. Lebih baik macet asal semangat…

Tentang iklan (rokok) hasil bidikan saya yang dipajang membentang ditengah jalan ini, tidak ada yang salah kecuali suasananya yang agak bertolak belakang. ”Macet Lagi, Sampai Kapan?” Tema iklan tidak sesuai konteks, apanya yang macet di jalan ini?. Untunglah iklan dipasang ditempat yang sangat strategis, di atas jalan poros propinsi.

Advertisements

2 thoughts on “Macet Lagi, Sampai Kapan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s