24 Jam : On The Phone Call

Ponsel saya berdering pukul 1.30 tadi malam saat saya sudah terlelap tidur. Telepon datang dari petugas surveilans puskesmas yang saya serahi VAR (vaksin anti rabies) kemarin dulu. Khawatir saya, pasien gigitan anjing suspek rabies koit. Makanya dengan nyawa masih belum kembali ke raga, saya angkat teleponnya. Heran saya, si penelpon langsung berbahasa daerah yang saya tidak tahu artinya, biasanya kalo soal kedinasan, Bahasa Indonesia lah yang dipakai. Setelah memberitahu bahwa yang “beliau” telepon adalah “saya”, ketahuanlah kalo beliau telepon salah sambung. Sekonyong-konyong beliau meminta maaf pada saya. Ponsel saya letakkan kembali dan melanjutkan tidur.

Itulah kejadian agak konyol semalam. Mungkin ada yang menyarankan agar kalau malam tiba ponsel saya nonaktifkan saja. Tapi demi tugas saya tidak melakukannya, konon sejak dulu tugas petugas surveilans minimal mengaktifkan ponselnya 24 jam. Takutnya tiba-tiba ada panggilan darurat jika ada kejadian luar biasa (KLB) atau wabah di daerah tugas. Tapi jika kondisi begini, kasihan istri saya yang ikut terbangun karena deringan ponsel.

Kalau anda, apakah mengaktifkan ponsel 24 jam? On the Phone Call?

2 thoughts on “24 Jam : On The Phone Call

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s