Hujan Deras, Basa Mami

Pagi ini sebelum ke kantor, matahari menampakkan wajahnya, lagi imut-imutnya. Seperti biasa, kemacetan lalu lintas Makassar pun jadi santapan lezat setiap paginya. Keringat mengucur deras di sela helm, kontras dengan tidak lancarnya lalu lintas pagi. Sekira tiga puluh menit menikmati jalan, mendung tiba-tiba menggelayut di depan mata. Awan hitam semakin tebal menyembunyikan matahari yang tadi lagi lucu-lucunya. Air hujan pun tak kuasa menahan hasrat membasahi bumi. Akhirnya, dengan derasnya hujan menghujam bumi tanpa sempat memberi peringatan pada saya untuk berteduh.

Dengan serta-merta, saya tepikan motor, membuka bagasi motor, mengambil senjata pamungkas, Jas Hujan. Tapi apa boleh dikata, air hujan tetap menembus sela-sela mantel, saking derasnya. Saya hanya memacu motor seadanya berharap celana tidak ikut basah. Cukuplah baju korpri yang basah, jangan celana. Kalau celana yang basah, memalukan.

Sampai kantor benar saja, baju basah kuyup bagian depan, untung celana tetap kering. Sepatu tak kalah sengsaranya, banjir. Cuaca pagi ini hanya mampu membuat saya membatin. Hujan deras, basa mami.

One thought on “Hujan Deras, Basa Mami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s