sakit tipes (bagian 1)

kekhawatiran seseorang memeriksakan kesehatannya adalah diketahuinya secara pasti akan penyakit yang dideritanya. loh mestinya kan senang bisa tahu kondisi sakitnya? iya memang demikian. namun dalam kondisi tertentu dan orang tertentu (termasuk saya) ada kalanya saya tidak ingin tahu bahwa saya sakit. sama seperti para psk yang menolak diambil sampel darahnya untuk periksa HIV AIDS, mereka takut penyakitnya ketahuan yang berimbas pada menjauhnya para pelanggan.

contohlah 24 maret ini, saya sebenarnya merasa tidak sakit, pun kalau sakit, tidak parah-parah amat. namun, istri saya menyarankan agar periksa kesehatan di dokter rumah sakit sekalian periksa sampel darah. istri khawatir saya sakit tifoid, saya sendiri merasa saya hanya menderita demam biasa dengan gejala ILI. setelah periksa darah, dipastikanlah saya menderita demam tifoid (tifus/ tipes). sebelumnya saya merasa sakit saya tidak parah, hanya flu batuk dan demam biasa. ke rumah sakit pun bisa berjalan sendiri dengan baik, tanpa dipapah atau pakai kursi roda. standar sehat inilah saya pakai dan menyatakan dalam hati bahwa SAYA SEHAT. setelah divonis tifoid, dokter menyarankan agar saya rawat inap. namun dengan berbagai alasan, istri saya meminta agar saya dirawat jalan saja. saya pun tidak mau di rawat inap dengan berbagai alasan, biaya lah, repot lah, sampai saya merasa sangat tidak nyaman dirawat di rumah sakit berdasarkan pengalaman buruk sepuluh tahun lalu. jadilah saya istirahat total di rumah saja, tak ngantor selama lima hari.

itulah contohnya, awalnya saya merasa sakit saya tidak parah, masih sehat-sehat saja. tapi ternyata tingkatan sakit tiap orang itu berbeda-beda. mungkin saya merasa sakit saya biasa saja namun istri merasakan lain sehingga saya mesti memeriksakan ke dokter. awalnya saya yakin hasil pemeriksaan baik-baik saja (saya tidak sakit parah), namun ternyata saya dinyatakan demam tifoid grade 6 (grade 10 paling parah). jadilah semua orang direpotkan karena mesti merawat saya hingga sembuh total. seandainya tidak periksa kesehatan, mungkin saya biasa-biasa saja di rumah tanpa ada yang harus berubah.

One thought on “sakit tipes (bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s