sakit tipes (bagian 2)

sakit demam typhoid atau yang lebih dikenal masyarakat dengan tifus atau tipes penyebabnya adalah bakteri Salmonella typhii yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang di konsumsi. banyak anggapan keliru di masyarakat bahwa sakit tipes ini disebabkan kecapean. namun anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena kuman tipes yang masuk ke dalam tubuh makin cepat menyebar karena kondisi tubuh yang tidak fit, kelelahan atau kecapean salah satunya.

saya lalu mengingat-ingat kembali apa yang masuk ke perut saya beberapa hari terakhir, mungkin itu penyebab sakit tipes saya. ingatan kemudian tertuju pada saat saya makan nasi ikan bakar di warung tepi jalan tanggal 20 maret kemarin, saat zero survei HIV AIDS. saat itu sebagian tim mengeluh hidangan makanan dan minuman di warung tersebut tidak panas lagi, tinggal hangatnya, hingga sebagian teman tim meminta ikannya dibakar ulang dan air minuman tehnya dimasak ulang hingga mendidih. namun tidak demikian dengan saya bersama separuh dari tim, makan dan minum hidangan seadanya tersebut dengan lahapnya, saking laparnya.

seingat saya juga pada pagi 19 maret lalu saya buat teh sendiri di kantor, dengan gelas seukuran gentong. masalahnya, gelas saya cuci seadanya tanpa sabun. langsung menyeduh teh di gelas tersebut dengan air galon 3000 perak yang sudah dipanaskan. acara minum teh pun saya lakukan sambil kerja hingga sore hari, sendiri.

seingat saya lagi, tanggal 21 maret lalu saya tidak ngantor dengan alasan istirahat di rumah setelah kemarinnya zero survei, capek dan kurang enak badan jadi alasan tidak ngantor. di rumah saja, seharian itu saya dan istri tidak makan nasi, hanya indomie, itupun tidak dimasak (diseduh saja) berhubung kehabisan gas (kasihaaann).

22 maret saya ke kantor, siangnya ditraktir teman makan coto di pojok jalan dekat kantor. saya baru makan coto lagi ditempat ini setelah sekian lama karena merasa hidangan coto di warung ini sudah kalah sedap dibanding coto di warung tepi jalan poros yang selama ini saya embat. namun karena anugra (anu gratisan), coto di warung ini saya embat juga. entah soal higienitasnya, banyak koq pelanggan pencinta coto yang makan di warung ini dan hingga kini tanpa keluhan (entah jika sebenarnya ada bahkan banyak keluhan namun tidak diketahui), batin saya.

malam 22 maret saya mulai demam dan agak sakit di bagian perut saat batuk. batuk pun disertai dahak. dari sekian banyak list makanan dan minuman yang masuk ke perut beberapa hari ini, kecurigaan makanan yang kurang higienis dan mengandung kuman tipes jatuh pada coto makassar, walaupun hampir semua makanan dan minuman patut saya curigai ketidakhigienisannya mulai 19 maret lalu. entahlah, yang jelas ini menjadi pelajaran agar senantiasa menjaga kebersihan makanan dan minuman sebelum dikonsumsi agar terhindar dari berbagai penyakit, terutama typhoid.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s