Demonstrasi yang Baik dan Benar, Adakah?

image

image

image

Unjuk rasa atau demonstrasi (disingkat demo) adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok.

Wikipedia

Beberapa hari menjelang hari H kenaikan BBM, sebagian masyarakat diresahkan demo anarkis. Demonstrasi seperti tawuran bahkan perang. Bakar dan jarah terjadi saat demo. Masyarakat resah karena aktivitasnya terganggu bahkan keselamatannya terancam. Demo seperti inikah yang masyarakat inginkan? Tentu saja bukan. Demo iya, macet iya, rusuh iya, tapi tujuan demo (harga BBM tidak naik) hampir dipastikan tidak tercapai. Masyarakat merasa rugi berkali-kali lipat.

Lantas, demo seperti apa yang menjadi idaman kita semua? Demo yang damai tentunya, yang tidak memacetkan jalan, yang adem ayem, yang unik kreatif dan menghibur. Yang dapat meminimalisir rasa kerugian.

Beberapa contoh aksi demo yang unik, menarik, kreatif menurut saya seperti :

1. Bawa hewan. Masih ingat dengan kerbau yang dibawa saat demo 100 hari pemerintahan SBY-Boediono?. Aksi demonstrasi unik yang dilakukan oleh Yosep Rizal bersama beberapa aktivis dengan membawa kerbau ke Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Tubuh si kerbau sengaja dicat dengan tulisan Si Buya menggunakan huruf SBY tercetak tebal dan ditempeli foto Presiden. Hewan seperti ayam dan tikus kerap juga dibawa demonstran sebagai simbol korupsi, kerakusan, bahkan keberanian. Akhirnya demo membawa hewan dilarang keras, dianggap tak bermoral.

2. Bawa keranda. Awalnya ini adalah ide kreatif sebagai simbol matinya keadilan dan hati nurani ataupun seorang pemimpin. Namun sekarang biasa saja, telah banyak yang melakukannya.

3. Bakar diri. Masih ingat dengan aksi demo Pemuda Sondang yang nekad bakar diri hingga tewas? Menurut saya ini bukan ide kreatif, namun gila.

4. Mogok makan. Biasa, tidak digubris. Sudah sakit, tidak didengar pula.

5. Naik sepeda. Lebih biasa lagi, mau demo atau jalan-jalan?

Mungkin itu saja ide demonstrasi yang kreatif dan gila di indonesia yang saya ingat. Di luar negeri masih banyak lagi yang kreatif, seperti telanjang, berciuman, berbaris rapi, dan sebagainya.

Saya jadi ingat waktu demo dulu. Memprotes aksi kekerasan aparat polisi terhadap teman mahasiswa. Dengan atribut HmI berjalan kaki malam hari berbaris dua menyusuri tengah antara dua jalur. Aksi diam dengan membawa lilin dengan anggota sekitar 30 orang. Sungguh romantis, tanpa kemacetan. Masyarakat mengelu-elukan kami. Itu baru demo, tidak bikin susah orang lain. Katanya.

Namun, demonstrasi seyogyanya ada hasil yang ingin dicapai. Dari pengalaman sebelumnya, demonstrasi santun, unik, kreatif tidak akan didengar pemerintah. Karena pemerintah sekarang buta dan tuli. Mungkin lebih baik REVOLUSI saja sekalian, daripada demonstrasi anarkis. Bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s