e-Health di Indonesia, sudah siap?

Konferensi e-Health Nasional diadakan di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta, Rabu (28/3/2012) hari ini. E-Health? Istilah apa lagi itu? Kalau e-money, e-learning, e-ticket, dan e e lainnya sudah sering saya dengar, namun e-Health masih asing. Kalau sepintas lalu, dapat dikatakan jika sistem e-Health bisa seperti e-KTP. Jadi e-Health adalah kesehatan elektronik jika di bahasa indonesia kan? Bisa jadi, mungkin begitu sederhananya.

WHO mendefinisikan e-health sebagai “ the use of information and communication technologies (ICT) for health”. Sesederhana itu. Karena peran dan potensinya untuk mendorong perbaikan dan perubahan pelayanan kesehatan, WHO telah mengeluarkan resolusi mengenai e-health bernomor 58.28 tahun 2005. Dalam resolusi tersebut, WHO mendorong kepada setiap negara untuk:

– menyusun rencana strategis jangka panjang untuk mengembangkan layanan e-health di berbagai bidang di kesehatan baik untuk administrasi kesehatan, kerangka legal dan regulasi, infrastruktur serta mekanisme kemitraan publik dan swasta.
– mengembangkan infrastruktur TIK untuk e-health
– membangun kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga profit untuk mendukung e-health
– mengembangkan e-healh yang menjangkau masyarakat, khususnya yang rawan terhadap permasalahan kesehatan (vulnerable) dan sesuai dengan kebutuhan mereka,
– memobilisasi kerjasama lintas sektor dalam mengadopsi norma dan standar e-health, evaluasi,
prinsip-prinsip cost-effectiveness dalam e-health untuk menjami mutu, etika dan keamanan dengan tetap mengedepankan kerahasiaan, privasi, equity dan equality.
– mengembangkan center of excellence dan jejaring e-
health,
– mengembangkan model sistem informasi kesehatan masyarakat untuk surveilans, respon dan emergency.

Perkembangan e-Health di Indonesia

Organisasi e-Indonesia Initiatives Forum (eII Forum) akan mengembangkan “e-Health”, sebuah sistem yang mengintegrasikan database kesehatan seseorang dalam sebuah kartu. Dengan kartu ini diharapkan pasien akan semakin mudah dan cepat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan. e-Health tersebut akan membuat pihak rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lembaga kesehatan mau memanfaatkan teknologi dan informasi dalam menunjang layanannya.

Layanan e-Health tersebut berisi data riwayat kesehatan pasien sejak dulu sehingga lembaga kesehatan maupun dokter bisa menangani penyakitnya secara lebih cepat.
Dengan e-Health tersebut, eII ingin agar Indonesia memiliki data riwayat kesehatan masing-masing penduduknya. Dengan adanya sistem layanan kesehatan yang bagus, termasuk data riwayat penyakit, akses layanan kesehatan yang mudah dan murah, maka masyarakat juga tidak perlu ke luar daerah atau ke luar negeri untuk berobat.

Layanan e-Health ini akan berbentuk database riwayat penyakit pasien sejak awal. Penerapannya, database tersebut dimungkinkan akan disatukan dengan data e-
KTP yang selama ini sudah dijalankan oleh pemerintah kota (pemkot) atau pemerintah daerah (pemda) di beberapa wilayah. Namun demikian, layanan e-Health tersebut belum bisa diterapkan sekarang. Hal itu disebabkan sistem e-KTP saat ini hanya berisi data biometrik penduduk dan tidak bisa diisi dengan data yang lain. Rencananya sistem layanan e-Health tersebut
akan dimulai tahun 2016, pada saat sistem e-KTP generasi pertama selesai.

Untuk tahap awal, eII akan mengumpulkan database rumah sakit, dokter, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan layanan kesehatan. Karena database yang digunakan cukup besar, pihak eII memungkinkan bisa
menyewa di server cloud untuk meletakkan database tersebut. Saat ini, eII akan bekerja sama dengan
Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BPPT, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), perguruan tinggi, Ikatan Dokter Indonesia, dan semua pihak yang berkaitan dengan layanan kesehatan.

Sistem layanan digitalisasi data riwayat kesehatan pasien, e-Health belum bisa diterapkan dalam
waktu dekat. Selain masalah teknologi, Hal itu juga disebabkan sumber daya manusia (SDM) industri kesehatan yang ada belum menguasai teknologi secara keseluruhan. Sistem e-Health akan merombak sistem layanan yang ada di rumah sakit selama ini. Apalagi rumah sakit tersebut belum menerapkan teknologi untuk menunjang operasionalnya. Beberapa yang harus dikuasai sebelum e-Health ini diterapkan adalah masalah informasidan teknologi (IT). Hingga saat ini tidak semua rumah sakit hingga puskesmas memiliki
infrastruktur IT memadai. Padahal, untuk bisa menerapkan sistem layanan e-Health tersebut dibutuhkan infrastruktur IT yang cukup, koneksi dan
integrasi antara pihak rumah sakit hingga masalah kecepatan akses internet. Contohnya saja, dokter sampai saat ini masih menulis resep dengan tulisan tangan. Padahal apoteker bisa salah persepsi dalam membaca tulisan tangan dokter. Padahal dengan sistem e-Health tersebut semua akan digital, menulis resep juga digital.

Sistem layanan digitalisasi data riwayat kesehatan pasien e-Health siap diuji coba di beberapa daerah, sebelum diterapkan pada 2016. Syarat utama penerapan e-Health ini, daerah tersebut sudah menerapkan sistem e-KTP. Penerapan e-Health tidak bisa serentak karena sistem layanan ini masih dalam tahap uji coba dan
pengumpulan data. Daerah Jembrana, Bali sudah menerapkan e-Health, tapi bukan dalam bentuk chip, hanya kartu biasa.  Pemerintah kabupaten Jembrana, Bali. memiliki sistem pelayanan akses kesehatan yang lebih baik dibandingkan pemerintah kabupaten lainnya di Indonesia. Di sana, akses layanan kesehatan bisa ditangani secara cepat dan mudah berkat kartu layanan kesehatan yang diterbitkan pemerintah setempat.

Tidak hanya melayani akses kesehatan secara elektronik, Pemerintah Kabupaten Jembrana juga sudah menerapkan layanan elektronik untuk pengurusan dokumen baik KTP, pajak, dan yang berkaitan dengan urusan kependudukan dan sosial.

Khusus masalah dana, sistem layanan e-Health tersebut akan memakai gabungan dana dari alokasi di masing-masing kementerian, baik Departemen Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), BPPT, Kementerian Dalam Negeri, masing-masing rumah sakit dan lembaga kesehatan terkait. Masyarakat tidak akan dikenakan biaya apapun alias gratis, mereka hanya
menggunakannya saja karena nanti akan terintegrasi dengan e-KTP.

Bagaimana dengan daerah anda, sudah siap menyongsong era e-Health?

Sumber:
en.m.wikipedia.org/wiki/EHealth
m.kompas.com/news/read/2012/03/28/14014671/Layanan.e-Health.Akan.Diterapkan
m.kompas.com/news/comment/2012/03/28/16441130/793175
m.kompas.com/news/read/2012/03/28/15270916/e.health.siap.diuji.coba.di.jembrana
anisfuad.blog.ugm.ac.id/2009/09/16/e-health-di-indonesia-inovasi-ya-evaluasi-sedikit-regulasi-lebih-sedikit-lagi/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s