Pete-Pete, Horor Lalulintas Makassar

image

image

Sebuah pete-pete tiba-tiba menyalip laju motor saya. Sejurus kemudian, dia berhenti tepat di depan saya yang dengan sigap menarik rem motor. Tanpa rasa berdosa, seorang penumpang turun dari pete-pete itu. Saya membatin, hampir saja saya mati hari ini, mati sia-sia.

Pete-pete adalah sebutan untuk angkutan umum sejenis mikrolet di Makassar, kalau di Jawa lebih dikenal dengan sebutan “angkot”. Konon, asal nama pete-pete adalah singkatan dalam bahasa asing, Public Transportation (PT). Karena jumlahnya yang banyak maka pengucapan PT diulang sebagai mana umumnya pengucapan benda jamak dalam bahasa Indonesia, maka jadilah nama PTPT (pete-pete) disematkan kepada angkot di kota Makassar.

Memang banyak pete-pete yang beroperasi di Kota Makassar, yang membuatnya menjadi raja jalanan di Makassar. Data dari Dinas Perhubungan Makassar, sebanyak 4.113 pete-pete beroperasi di Makassar tahun 2012 ini. Petepete yang beroperasi pada 16 trayek tersebut dikelola oleh 17 perusahaan.

Hampir seluruh penjuru Makassar dilalui pete-pete, sehingga keliling Makassar bisa dengan pete-pete. Ongkosnyapun murah, sekali naik Rp 2.000 untuk jarak dekat dan Rp  3.000 untuk jarak yang agak jauh. Warna pete-pete di Makassar cukup khas sehingga mudah dijumpai, biru langit dengan strip berwarna khusus yang berbeda untuk setiap jalurnya. Rata-rata, jalur utama pete-pete berpusat di Pasar Sentral Makassar.

Dengan rata-rata penumpang 514 ribu perhari jumlah pete-pete seharusnya hanya sekitar 4000-an unit. Rasio antara pete-pete dan penumpang ini sudah dianggap sesuai. Namun tetap saja perilaku berlalu lintas para supir pete-pete agak memprihatinkan. Mereka dituding sebagai penyebab utama kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas kota Makassar. Pete-pete bisa seenaknya pindah jalur, menurunkan dan menaikkan penumpang di tempat-tempat yang tidak seharusnya atau berzig-zag dengan cueknya di jalan raya.

Walaupun rasio pete-pete dan penumpang sudah sesuai, namun pendapatan sopir pete-pete masih dianggap kurang, makanya perilaku ugal-ugalan dan kejar setoran acapkali terjadi. Bahkan saya menganggap mereka perlu diajari etika berlalu lintas dan tidak layak mendapatkan SIM. Kerap terjadi pertengkaran di jalan antara sopir pete-pete dan pengguna jalan lain, bahkan polisi, karena perilaku amburadul ini. Seperti sore tadi yang saya alami, seandainya saya tidak sabar mungkin kami sudah saling adu jotos di tengah jalan.

Tapi tidak semua sopir pete-pete seperti ini loh, banyak juga yang sopan dan berperilaku baik di jalan. Tergantung orangnya.

Copasan: wijanarko, daenggassing, tribun, photobucket

Advertisements

One thought on “Pete-Pete, Horor Lalulintas Makassar

  1. Ohh, saya baru tahu asal muasalnya Pete-pete tuh dari Public Transportation, saya kira dari bahasa daerah :). Ketika berkeliling ke sulsel merasa aneh saja angkot tapi namanya pete-pete.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s