Dering Ponsel Saat Shalat Jumat

Hari ini saya shalat di Masjid Agung Maros. Shalat Jumat siang tadi tidak seperti biasanya, saat shalat tadi terdengar nada dering pada sebuah ponsel jamaah. Memang kadang terdengar deringan telepon saat shalat berjamaah di Masjid, namun Saya katakan “tidak biasa” karena bunyi dering tersebut tepat berada di samping orang yang berdiri di depan shaf shalat saya. Jadilah shalat saya makin tidak khusyuk karena melirik sumber bunyi tersebut (hehehehehehe). Tidak ada bunyi-bunyian saja tidak khusyuk, apalagi kalau berisik, di depan pula. Untunglah nada dering ponsel tersebut adalah bunyi nada dering klasik, yang “kring kring kring” saja. Saya tak dapat membayangkan jika nada deringnya adalah lagu pop atau lagu dangdut Iwak Peyek nya trio macan, contohnya. Mungkin bacaan shalat saya makin tidak karuan. Untunglah saat deringan kedua, si empunya ponsel segera merogoh kantong, mengambil ponsel dan mematikannya.

Pikiran saya jadi melayang-layang saat shalat tadi, memikirkan mengapa ada orang sebodoh ini lupa mematikan ponselnya, paling tidak mengalihkan profil ponsel dalam mode diam atau getar saja. Juga membayangkan bagaimana saat shalat usai, mungkin semua mata tertuju pada pemilik hape sambil menggerutu dalam hati. Akh, shalat saya makin tidak khusyuk. Sepertinya, mending anak-anak ribut di masjid saat shalat daripada mendengar deringan telepon. Ributnya anak-anak yang bermain saat shalat masih bisa dimaklumi jamaah daripada dering ponsel. Namanya juga anak-anak.

Memang di tiap masjid seringkali kita jumpai peringatan agar menonaktikan ponsel kita saat memasuki masjid dengan harapan shalat kita menjadi khusyuk. Peringatan itu mulai dari yang keras seperti “matikan hp anda!” atau “nonaktifkan hape anda” disertai gambar handphone bergaris merah melintang. Atau yang agak lembut seperti “sinyal telkomsel di tempat ini sangat kuat, ada dimana-mana, harap nonaktifkan hp anda”, contohnya. Namun ada saja jamaah yang lupa mematikan ponselnya, entah memang lupa atau karena sengaja karena menunggu telepon penting. Saya sendiri alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah lupa men-silent kan ponsel saat shalat berjamaah di masjid.

Apa hukumnya membunyikan ponsel saat shalat berjamaah? Tentunya hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyuan jamaah dapat dianggap makruh. Orang yang mengeraskan suaranya saat shalat saja dan mengganggu orang lain yang juga sedang shalat dilarang Rasulullah, begitu juga dengan motif pakaian yang dapat mengganggu penglihatan, dilarang, apalagi deringan ponsel. Bahkan ada yang menyebutkan dering ponsel dengan lagu dan musik dapat dikategorikan haram. Adapun orang yang mematikan ponselnya saat shalat dibolehkan, karena gerakannya sedikit saja dan cepat. Pun kalau shalatnya batal saya pikir tidak mengapa, demi khusyuknya shalat jamaah yang lebih banyak.

Kembali ke shalat jumat tadi, mungkin jamaah masih dapat memaklumi karena jenis ringtone hapenya adalah yang bunyi jadul, dan ada itikad baik langsung mematikan hape pada saat deringan yang kedua, sehingga tak ada mata yang mengarah pada si empunya ponsel saat shalat selesai.

Semangat Jumat temans, apakah ponsel anda pernah berbunyi saat shalat berjamaah di masjid?

Advertisements

One thought on “Dering Ponsel Saat Shalat Jumat

  1. Jika jama’ah sadar seharusnya semua perangkat komunikasi dimatikan. La wong pada perintah sholat jum’at semua urusan dunia wajib ditinggalkan, masak handphone aja gak mau dimatikan. Inilah korban teknologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s