Semangat Jalan Pak Wamen ESDM

Wamen ESDM renacananya dilayat presiden hari ini. Begitulah berita yang tampil di running text tv pagi ini. Apa? dilayat? tidak salah beritanya? dijenguk mungkin? Saya lalu browsing internet. Ternyata benar, beliau telah berpulang ke Ilahi. Setelah meninggal dalam perjalanan pulang menuntaskan hobinya, mendaki gunung. Apa? Mendaki gunung? tidak salah?

image

Sosok wamen ESDM tak banyak saya ketahui. Yang saya tahu hanya gondrongnya, entah dengan isi kepalanya. Sosok antagonis kemudian terbentuk dimata saya akibat opini media saat hebohnya diskusi kenaikan harga BBM. Sebagai aparat pemerintah, beliau mesti ikut setuju harga BBM mesti naik walaupun di hati kecilnya mungkin tidak setuju. Makanya, saya sempat agak jengkel dengan beliau saat diskusi debat dengan Kwik Kian Gie, beliau ngotot BBM mesti naik walaupun dengan penjelasan yang kurang logis menurut saya. Yang ada, jika memperhatikan wamen di tv, rambut gondrongnya yang saya perhatikan lebih ketimbang opininya. Unik saja melihat pejabat negara berambut panjang, kelihatannya tidak disisir. Ataukah hanya ingin nutupi kepala botaknya? Entahlah, namun saya membatin, rambut saja susah diurus apalagi rakyat. Seperti mahasiswa saja.

Namun siapa sangka dibalik gondrongnya, wamen ESDM adalah dosen ITB, profesor perminyakan. Isi kepalanya hanya minyak, mungkin itu sebabnya rambutnya tumbuh subur. Tapi setelah meninggal saya baru tahu ternyata beliau hobi mendaki gunung, saya sangka hobinya nge band, rocker.

Wamen ESDM Meninggal Dunia

Wamen ESDM diketahui berangkat dari Jakarta-Denpasar-Bima pada hari Jumat (20/4/2012) dan langsung menuju Gunung Tambora wilayah Kabupaten Dompu. Rombongan Wamen ESDM dan kru TVOne kemudian berangkat melalu Jalur Doropeti, Pos 1, 2, saat di Pos 3 mereka bermalam dan mendirikan tenda. Keesokan harinya, Sabtu (21/4/2012) subuh rombongan berangkat dari Pos 3 ke puncak dengan jarak tempuh sekitar 1.000 meter dengan medan pasir, batu kerikil, dan minim pohon. Sampai di tengah perjalanan, kondisi Wamen ESDM lemah dan tidak dapat melanjutkan perjalanan, kemudian dibawa turun ke pos 3 guna mendapatkan perawatan medis bantuan pernafasan. Saat hendak melakukan perjalanan dari pos 3 ke 2 dan antara pos 2 dan 1, Wamen ESDM menghembuskan nafas terakhirnya di perjalanan.

Waktu tempuh dari pos 3 ke 1 selama 6 jam dengan R4 4W. Jarak dari Pos 1 ke Kota Dompu sekitar 5 jam lalu ke Bima selama 1 jam. sabtu sore jam 17.00 Wita jenazah Wamen ESDM dievakuasi dengan Helikopter Travira menuju Bali, Denpasar. Sungguh bahagia di akhir hayat menjalankan hobinya. Menurut saya, mati dengan menjalankan hobi ibarat ereksi dan hembusan nafas terakhir adalah ejakulasinya.

Berikut ini profil lengkap almarhum wakil menteri ESDM

Nama:
Prof. Widjajono Partowidagdo, Ph.D
Lahir:
Magelang, Jawa Tengah, 16 September 1951
Agama:
Islam
Pekerjaan:
Wakil Menteri ESDM (2011-2014)

Pendidikan:
Sarjana Teknik Perminyakan, ITB, 1975
MSc. (Petroleum Engineering) USC, USA, 1980
MSc. (Operations Research) USC, USA, 1982
M.A. (Economics) USC, USA, 1986
Ph.D. (Engineering) USC, USA, 1987

Karir:
Anggota Dewan Energi Nasional (2009-sekarang)
Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi dan Manajemen.Migas FIKTM, ITB (2005-2007)
Guru Besar dalam Ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas pada Fakultas Ilmu Kebumian dan Tekmira, ITB (2004-sekarang)
Dosen Program Magister Teknik Pertambangan dan Teknik Industri, ITB
Anggota Pi Epsilon Tau (Honor Student Society) dari Society of Petroleum Engineers (SPE),
Penasehat Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) dan Asosiasi Panasbumi Indonesia
Koordinator Penelitian Model Pembangunan Berkelanjutan pada Pusat Antar Universitas untuk Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia (1989-1992)
Konsultan Pertamina untuk Penawaran Kontrak Joint Operation Body (JOB) (1987-1990)
Anggota Senat ITB (1994-1997)
Anggota Dewan Redaksi Jurnal Ekonomi Lingkungan (1991-1997)
Pemred Jurnal Studi Pembangunan ITB (1998-2000)
Pengajar Pasca Sarjana Teknik Manajemen Industri, ITB (1998-2000)
Kelompok Kajian Pengembangan Energi (KPPE), ITB (1987-2004)
Kepala Kajian Ekonomi Energi pada Pusat Penelitian Energi (PPE)
Ketua Pasca Sarjana Studi Pembangunan, ITB (1993-2004)
Pengajar Pasca Sarjana Studi Sumber Daya Mineral, ITB (1989-sekarang)
Pengajar Pasca Sarjana Studi Pembangunan, ITB (1993-sekarang)
Pengajar Jurusan Teknik Perminyakan, ITB ( 1976-sekarang)
Sekretaris Komisi Permasalahan Bangsa, Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung (2006-sekarang)

Organisasi:
Anggota Tim P3M (Pengawasan Peningkatan Produksi Migas) Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM)
Penasehat Asosiasi Perusahaan Migas (Aspermigas)
Anggota Kaukus Migas Nasional
Ikatan ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI)

Buku:
Migas dan Energi di Indonesia, Permasalahan dan Analisis Kebijakan, 2009
Mengenal Pembangunan dan Analisis Kebijakan (2004) dan Manajemen dan Ekonomi Minyak dan Gas Bumi (2002)
Koordinator penulisan buku Agenda 21 Sektor Energi untuk Pertambangan Berkelanjutan (2000), UNDP dan KLH, Jakarta

Hobi:
Mendaki gunung

Unik:
Rambut gondrong
Kamera Pink
Tas sobek

Semangat Jalan pak wamen, semoga selamat sampai tujuan, diterima di Sisi-Nya dan ditempatkan di tempat terbaik. Maaf dan Terima Kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s