Potensial Jadi Polisi

Hari ini saya tersesat di blog Pak Budi, membaca tulisan tentang kartu nama. Pertanyaannya, masih pentingkah kartu nama fisik, berbentuk kertas di era digital sekarang? Seingat saya, saya baru sekali membuat kartu nama, itu pun karena terpaksa saat ke keluar kota tahun lalu untuk mengikuti sebuah pelatihan (sambil jalan-jalan). Ketua tim menyarankan kami membuat kartu nama untuk ditukarkan dengan orang-orang yang kami temui di sana, terutama dengan tim pengajarnya. Siapa tahu berguna kelak. Nah itu saja interaksi saya dengan barang yang namanya Kartu Nama. Belakangan, sisa kartu nama saya yang tidak sempat terberi masih banyak dan tersimpan rapi di laci meja kantor, bersama kartu nama orang-orang yang pernah saya temui.

Mengapa masih banyak tersisa? Saya masih agak kaku ketika bertemu dengan orang baru kemudian saling bertukar kartu nama. Saat meminta bertukar kartu nama (dengan orang Indonesia), terkesan sok kenal, ingin dikenal, atau bahkan narsis (Pujiale bahasa bugisnya). Lebih afdol rasanya tukar nomor ponsel atau email.

Namun postingan kali ini bukan soal kartu nama, saya iseng klik link yang ada di blog pak Budi tersebut tentang aplikasi pembuatan kartu nama di Facebook. Aplikasi kartu nama facebook tersebut mengklaim mengolah segala data pribadi kita yang ada di Facebook kita dan disinkronkan dengan seluruh status di timeline. Hasil olahan tersebutlah menghasilkan sebuah kartu nama yang unik. Untuk kartu nama saya, berikut ini hasilnya :

kartu nama
kartu nama

Jadi POLISI? 10 tahun kemudian saya jadi polisi? Tidak mungkin! Saya tidak percaya dengan hasilnya, saya agak risih karena jiwa saya tidak di dunia kepolisian, bahkan keseharian saya sangat jauh dari kesan seorang polisi. Bukannya malu jadi polisi, saya tidak sreg saja megetahui 10 tahun kedepan menurut aplikasi tersebut saya akan jadi polisi.

Tidak terima dengan outputnya, saya coba kembali aplikasinya.

Ternyata, hasilnya beda!! Berikut ini hasilnya.

Hasilnya beda lagi, masih penasaran saya coba lagi, jangan sampai aplikasinya rusak

Saya baru sadar, ternyata aplikasi tersebut hanya bohong-bohongan saja, sekedar menghibur. Berniat mencoba temans? Silahkan ke sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s