Ceramah Takziyah (1)

Sakit dijadikan sebagai jalan mendapat pahala dan menghapus dosa. Ketika اَللّهُ sayang pada hambaNya, maka اَللّهُ menegur hambaNya dengan ujian. Ujian tersebut untuk melihat kekuatan iman dan islam kita sampai dimana.

Kematian khusnul khatimah, disejajarkan mati syahid ada 20 jenis antara lain:
– mati karena sakit jantung/ stroke
– mati karena sakit perut/ muntaber
– mati terbakar api
– mati tenggelam
– mati melahirkan

Syarat mati khusnul khatimah adalah Bertaqwa kepada اَللّهُ dengan sebenar-benarnya taqwa.

Tugas manusia banyak, tapi tugas musuh manusia (setan) hanya satu, adalah mengganggu manusia agar kehidupannya tergelincir dari tuntunan agama. Musuh manusia adalah setan, hanya doa yang mampu menjaga manusia dari godaan setan.

Untuk anak yang ditinggalkan, Jangan berhenti berdoa dan beramal baik. Jika kita berbuat baik, kita dapat pahala, orangtua juga dapat pahala. Itulah yang disebut amal jariyah.

Menangisi kepergian orang yang disayang adalah wajar, tapi jangan berlebihan. Tangisan berlebihan seperti orang jahiliyah. Wasiat orang jahiliyah “kalau saya mati, tangisi saya selama 7 hari 7 malam”. Ada juga “tangisan yang dibayar”, dibayar untuk menangisi orang mati.

Tangisan Rasulullah seperti tersenyumnya, tidak kelihatan giginya, tidak terdengar suaranya, hanya air mata yang keluar. Tangisan yang boleh untuk kematian hanya “tangisan pertama”, saat mendengar kabar kematian.

Pesan kematian jahiliyah kedua, “kalau saya mati, tolong garuk wajahmu hingga berdarah-darah, robek-robek pakaianmu”. Katanya, ini sebagai bentuk kesedihan, tidak dibolehkan! Tradisi bugis kalau ada orang meninggal, pakaiannya disedekahkan kepada orang untuk beribadah.

Dianjurkan menghibur orang yang berduka, itulah namanya takziyah. Takziyah hanya dibolehkan tiga hari, lewat 3 hari hukumnya makruh, bukan lagi takziyah namanya, tapi doa.

Baca Al-Quran dapat dihitung amalnya, tapi pahala SABAR tak terhitung, tak berbatas. Pahala orang yang menghibur orang berduka (bertakziyah), pahalanya sama, tanpa batas.

Ceramah Takziyah Hari ke II Alm. Ir. Pariyo (Bapak Eko). Mudah-mudahan amal ibadah beliau diterima اَللّهُ SWT.
Udztaz Faturrahman_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s