Model Rambut Satpol PP

Beberapa hari ini, istri mengeluh karena rambut saya yang mulai panjang. Jelek (rantasa -bahasa Makassar), katanya. Saya enggan potong rambut karena tidak tahu model rambut apa yang cocok dengan wajah saya yang pas-pasan ini. Saya khawatir, potong rambut hanya menambah jelek wajah saya. Untuk urusan rambut, saya tidak neko-neko, tak perlu ke salon mahal dan terkenal, tak ada juga tukang cukur rambut langganan saya. Kalau ada tukang cukur Madura di pinggir jalan, saya cukur disitu saja disaat sempat. Saya suka cukur di tukang cukur Madura bukan karena modelnya, tapi murahnya, 12 ribu rupiah cukuplah untuk sekali cukur. Modelnya cukur Madura? Model konvensional (kalau tidak mau dibilang kampungan), kebanyakan model mandarin atau cukur rata atau model tentara saja. Mungkin kebanyakan tukang cukur Madura hanya tahu model itu.

Tapi demi istri, rambut saya cukur juga hari ini. Model rambut yang disukai istri adalah model cukur tentara/ perwira yang secara kebetulan juga sangat saya tidak sukai, yang secara profesional dapat dikerjakan oleh tukang cukur Madura.

Kebetulan hari ini kakak ipar minta ditemani cuci mobil dekat rumah, kebetulan juga tempat cuci mobilnya disamping tukang cukur Madura. Jadilah kakak ipar cuci mobil, saya cukur rambut. Biasanya saat ingin potong rambut, si tukang cukur tanya, “Model apa mas?”, dan biasanya pula saya kebingungan mesti menjawab apa. Biasanya dengan jawaban labil “Kasih rapi saja Mas”, yang tentunya makin membuat tukang cukur kebingungan. Semua model rambut kalo dicukur pasti rapi, tanyanya pasti dalam hati.

Tapi kali ini si tukang cukur tidak bertanya demikian. Dia langsung bilang “Kasih pendek mas?”, spontan saya jawab bahagia tanpa perlu berpikir keras “iyaaa mas..”. Dari penampakannya, sepertinya tukang cukur ini baru belajar mencukur, sangat tidak meyakinkan dengan rambut awut-awutan seperti baru bangun tidur. Gawat nih, batin saya. Bisa-bisa saya makin jelek. Tapi biarlah, saya sudah terlanjur jelek, bismillah saja, mudah-mudahan dia tidak seperti penampakannya.

Beberapa menit memotong rambut saya, akhirnya selesai juga. Cukur model tentara dengan potongan tipis di samping dan belakang. Lumayanlah (alias pasrah saja) sesuai dengan model rambut kesukaan istri. Walaupun saya merasa semakin jelek dengan model rambut ini, semoga dia suka.

Update:
Istri saya tidak suka model rambut saya, katanya model rambut saya seperti model rambut Satpol PP. *kiamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s