Perut Buncit, Soal Gaya dan Kesehatan

Ada yang berubah drastis dari penampakan tubuh saya setelah menikah. Perut membuncit dan pipi menembem adalah tampilan baru saya. Saat kecil dulu tubuh saya kurus tak berisi, menjelang remaja dan dewasa masih seperti itu. Selepas kuliah dan mulai bekerja, efek membesar mulai terasa. Setelah menikah, beberapa bulan kemudian perut makin membesar, membuncit. Mungkin pengaruh service istri yang memberi pelayanan prima dalam hal keteraturan makan, keteraturan tidur, dan hidup bahagia.

Konon ada miliaran penduduk dunia yang memiliki masalah serupa, perut buncit. Jumlahnya diperkirakan terus meningkat, sebab gaya hidup moderen yang serba sibuk makin membuat orang malas bergerak. Perut buncit tidak bisa dipisahkan dari kegemukan, baik yang dikategorikan overweight maupun obesitas. Ada yang gemuknya merata di seluruh tubuh, namun tak sedikit yang hanya terpusat di perut sehingga tampak buncit dan disebut obesitas sentral. Secara umum, kegemukan telah menjadi masalah global di kehidupan moderen seperti sekarang ini. WHO mencatat ada 1,6 miliar pengidap overweight dan 400 juta pengidap obesitas pada tahun 2005 (BBC)

Dengan gaya hidup yang semakin moderen, jumlah tersebut diyakini terus meningkat karena pola makan yang tidak sehat dan kurang bergerak. WHO memperkirakan, pada tahun 2015 akan ada 2,3 miliar pengidap overweight dan 700 juta penderita obesitas. Wowww.

Banyak faktor yang mempengaruhi kegemukan dan perut buncit, misalnya usia, sebab makin tua jaringan otot perut memang mengendur. Namun jenis pekerjaan yang kurang banyak gerak membuatnya makin kendur.

Tidak ada data yang akurat mengenai jumlah kasus kegemukan dan perut buncit di seluruh dunia. Namun sebagai gambaran, angka obesitas di Amerika Serikat yang sering dijadikan patokan telah melampaui 50 persen dari seluruh populasi. Akibat pengaruh gaya hidup yang kebarat-baratan, Indonesia pun diprekdiksi akan senasib dengan Amerika Serikat.

Entahlah, namun perut buncit membuat saya khawatir terjangkit berbagai penyakit. Nafas saya mulai sesak dan cepat lelah. Selain itu, penampakan perut buncit ini membuat saya semakin jauh dari kesan tampan, yang berefek ketidakpedean saya saat berjalan. Memang, salamanya perut buncit akan terkait soal gaya dan kesehatan.

Copasan : detik

2 thoughts on “Perut Buncit, Soal Gaya dan Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s