Marah dan Hipertensi, Berhubungankah?

Kadang kita emosional dalam menghadapi suatu persoalan, dan marah adalah salah satu bentuk ekspresi yang (katanya) kurang baik. Rasulullah mewanti kita agar senantiasa bersabar dan tidak (mudah) marah. Kalau marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Kalau marah dalam keadaan duduk, berbaringlah. Orang yang sering marah, dalam keseharian kadang disebut orang “berdarah tinggi”. Naik Cera’ (Naik Darah – bahasa Makassar) telah menjadi bahasa sehari-hari di Makassar untuk menyamakannya dengan ”marah”, dan Panaik Cera’ adalah sesuatu yang membuat orang menjadi naik darah (marah).
Lantas, adakah hubungan marah dengan hipertensi, penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah?
Prevalensi Hipertensi atau tekanan darah di Indonesia cukup tinggi. Selain itu, akibat yang ditimbulkannya menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi, merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, sehingga baru disadari bila telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung atau stroke. Tidak jarang hipertensi ditemukan secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan kesehatan rutin atau datang dengan keluhan lain.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 31,7%, dimana hanya 7,2% penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi dan hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi. 76% kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis atau 76% masyarakat belum mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan hipertensi dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat. Untuk itu perlu dilakukan Pencegahan dengan menghentikan atau mengurangi faktor risiko Hipertensi sebelum penyakit hipertensi terjadi seperti diet yang sehat dengan cara makan cukup sayur-buah, rendah garam dan lemak, rajin melakukan aktifitas dan tidak merokok.

Komplikasi hipertensi seperti penyakit ginjal kronik, stroke, jantung, kecacatan dan kematian
Deteksi dini atau penegakan diagnosis penyakit hipertensi, sangat sederhana yaitu dengan mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter. Hipertensi ditegakkan bila tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Pengobatan atau penatalaksanaan hipertensi membutuhkan waktu lama, seumur hidup dan harus terus menerus. Jika modifikasi gaya hidup tidak menurunkan tekanan darah ke tingkat yang diinginkan, maka harus diberikan obat.

James A McCubbin, professor psikologi dari Clemson University, Amerika Serikat, dan koleganya telah membuktikan bahwa penderita hipertensi lebih cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali rasa marah, takut, sedih, dan ekspresi wajah. “Sebagai contoh, jika atasan di tempat kerja Anda marah, Anda sering keliru dan mungkin mengira bahwa dia hanya bercanda,” kata McCubbin. Jadi, marah tidak menyebabkan hipertensi dan sebaliknya. Batin saya, tekanan darah tinggi saya bisa jadi menyebabkan kegemukan. Nafas yang mulai sesak dan cepat lelah inilah mungkin yang membuat saya cepat merasa emosional dan marah.

Namun secara ilmiah, mudah marah hanyalah satu tanda atau gejala hipertensi, ini yang disebabkan stres yang meningkatkan aktivitas hormon adrenalin. Tetapi marah tidak bisa dikategorikan sebagai penyebab hipertensi, tapi sebagai salah satu faktor risiko.

Apakah anda mudah marah temans? Hati-hati hipertensi mengintai anda.

Advertisements

One thought on “Marah dan Hipertensi, Berhubungankah?

  1. I really like the look of your website. I lately built mine and I was looking for some style concepts and you gave me a couple of. May possibly I ask you whether you developed the site by youself?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s