Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Tembakau adalah produk pertanian yang diproses dari daun tanaman dari genus Nicotiana. Selain dibuat menjadi rokok, tembakau ternyata dapat digunakan sebagai pestisida, dan dalam bentuk nikotin tartrat dapat digunakan sebagai obat, sebagian orang bahkan mengunyahnya!

Kita mengenal produk tembakau yang umum adalah rokok. Banyak yang hidup dan mati dari rokok ini. Petani tembakau, perusahaan rokok, dan pekerjaan yang berkaitan dengan rokok, hingga negara ini (klaim pemerintah) hidup dari rokok. Banyak pula yang sudah mati karena rokok, anda sudah tentu tahu bahaya rokok dari iklan rokok di jalan raya, bukan? Tak perlulah saya jelaskan disini.

Karena bahayanya bagi kesehatan, hari ini 31 Mei 2012 seperti biasanya diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia (World Not Tobacco Day). Entah bagaimana sejarahnya hingga 31 Mei diperingati sebagai WNTD, cari sendiri!

Dilihat dari jumlah rokok yang dikonsumsi, Indonesia merupakan konsumen rokok terbesar di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang  di tahun 2007. Ya iyyalah, secara, Indonesia adalah salah satu negara terbanyak penduduknya di dunia. Entah dengan prevalensinya, mungkin Negara Vatikan yang sedikit penduduknya persentasi perokoknya lebih banyak daripada Indonesia.

Sudahkah Indonesia berhasil menekan angka perokoknya? Sebagai gambaran, Amerika Serikat saat ini sudah berhasil menekan penduduknya untuk tidak merokok. Tahun 2010, tinggal 19,3 persen perokok di AS. Keberhasilan Amerika menekan jumlah perokok pada masyarakatnya adalah karena kampanye media secara massal yang terus menerus dan konsisten akan dampak buruk merokok, harga rokok yang selalu meningkat dan memperluas daerah bebas rokok.

Bagaimana dengan Indonesia? Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010:
# Satu dari tiga orang Indonesia merokok.
# Prevalensi kelompok umur diatas 15 tahun yang merokok tiap hari secara nasional sebesar 28,2 persen.
# Penduduk Indonesia yang kadang-kadang merokok sebanyak 6,5 persen.
# Paling tinggi perokok Indonesia  pada kelompok umur 25-64 tahun.
# Sebagian besar orang yang merokok di Indonesia adalah penduduk pedesaan, tingkat pendidikan rendah, umumnya mereka  pekerja informal dengan status ekonomi rendah.
# Orang-orang yang berpendidikan tinggi cenderung menghindari rokok. Hanya 19,6 persen perokok setiap hari yang bertitel sarjana, 28,1 persen tamat SMA, 26 persen tamat SMP, 30,4 persen tamat SD, 31,9 persen tidak tamat SD dan 26,7 persen tidak sekolah.
# Orang-orang dengan penghasilan tetap dan status ekonomi baik juga berkurang yang merokok. Salah satu hal yang membuat mereka mengurangi mengkonsumsi merokok karena mereka bekerja di ruang-ruang tertutup dan ber AC yang membuat mereka tidak dapat merokok setiap saat di ruangan tertutup.
# Lebih dari 60 persen usia pertama kali orang merokok di Indonesia kurang dari 20 tahun.
# Kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok yang terbesar merokok dengan angka 43,3 persen. Usia ini adalah usia mereka kelas 3 SMP, SMA dan awal kuliah. Umumnya kelompok ini adalah anak ABG yang memulai merokok untuk menunjukkan bahwa mereka sudah dewasa.
# Sekitar 2,2 persen orang yang mulai merokok pada masa anak-anak yaitu pada umur 5-9 tahun. 

Semua sudah tahu bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan. Masalahnya adalah bagi perokok karena sudah menjadi candu, tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan diri  untuk tidak merokok. Bagi perokok, kadang-kadang yang menjadi patokan dampak merokok bagi mereka adalah gangguan pernafasan. Sehingga jika perokok tidak batuk dan tidak sesak nafas, mereka masih tetap merokok. Padahal, efek samping dari merokok tidak selamanya berdampak pada saluran pernafasan. Pasien yang mengalami kanker antara lain kanker lidah, kanker kerongkongan, kanker usus besar, kanker paru atau kanker pankreas akan menyesal merokok, setelah menderita kanker.

Kalau penyakit akibat rokok tidak terlalu berat biasanya pasien hanya mengurangi sedikit rokoknya dan kembali lagi untuk merokok setelah sehat. Tetapi jika dampak sakit pada perokok tersebut cukup berat biasanya mereka berhenti merokok total.

Dampak rokok yang tidak diketahui antara lain adalah menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan atas seseorang, sering merasa begah, cepat kenyang dan kembung. Rokok juga menyebakan asam lambung naik kembali ke kerongkongan atau refluks yang mencetuskan penyakit GERD. Rokok juga dapat merusak gusi serta gigi geligi. Mereka umumnya tidak nafsu makan karena lambungnya sudah terasa penuh dengan gas akibat hirupan asap rokok. Kondisi hipoksia kronis pada seseorang perokok juga dapat mencetuskan penurunan nafsu makan.

Oleh karena itu kita sering mendengar seseorang perokok yang berhenti merokok berat badannya akan naik karena nafsu makannya meningkat setelah berhenti merokok. Atau kadang ada ungkapan para perokok “Lebih baik tidak makan daripada tidak merokok”.

Merokok, bagaimanapun sudah menjadi budaya dari sebagian besar warga dunia. Tak terkecuali orang yang bergelut dengan dunia kesehatan, dokter contohnya, masih ada juga yang merokok di depan umum bahkan di tempat kerjanya (klinik, puskesmas, rumah sakit, dll). Seperti tadi saat bertemu dengan teman SMA, seorang dokter. Dia merokok sambil ngobrol dengan saya. Sekali-kali dia memecah asap dengan tangannya agar tidak terhirup hidung saya. Saya membatin, dia seorang dokter, tidakkah dia tahu hari ini adalah hari tanpa tembakau sedunia?

Bagaimana dengan anda? Apakah anda perokok? Ada pengalaman menarik tentang rokok atau perokok? Semangat Hari Tanpa Tembakau Sedunia!

Copasan : wikipedia, seruu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s