Kampanye Hitam yang Unik dan Kreatif, Adakah?

Saya bukan orang politik dan tidak berkepentingan dengan politik praktis. Namun banyak pelajaran dari kegilaan para politikus dalam menggapai kekuasaan. Contoh kegilaan tersebut adalah semakin maraknya kampanye gelap, menjatuhkan lawan politik, mulai dengan cara yang halus hingga kasar. Hal ini terekam dalam keseharian kita sebagai saksi tak bisu, sebagai rakyat jelata.

Kampanye Hitam (Black Campaign) adalah Penggunaan metode rayuan yang merusak, sindiran atau rumors yang tersebar mengenai sasaran kepada para kandidat atau calon kepada masyarakat agar menimbulkan persepsi yang dianggap tidak etis terutama dalam hal kebijakan publik. Komunikasi ini diusahakan agar menimbulkan fenomena sikap resistensi dari para pemilih. Kampanye hitam umumnya dapat dilakukan oleh kandidat atau calon bahkan pihak lain secara efisien karena kekurangan sumber daya yang kuat untuk menyerang salah satu kandidat atau calon lain dengan bermain pada permainan emosi para pemilih agar pada akhirnya dapat meninggalkan kandidat atau calon pilihannya.

Wikipedia

Kampanye Hitam berasal dari bahasa Inggris Black Campagne, adalah berkampanye dengan cara buruk atau jahat, yang merugikan orang lain atau lawan politik, dengan tujuan mendapatkan keuntungan (politik). Kalau White Campaign menggunakan cara-cara halus dan elegan, Black Campaign menggunakan segala cara yang kotor, menipu dan tidak beretika. Kampanye hitam mengandung unsur jahat dan melanggar norma, memberikan pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat.

Kampanye hitam dilakukan secara “kasar” dan tidak kreatif, contoh saja disebarkan kejelekan masing-masing lawan secara terbuka lewat media massa ataupun selebaran yang tidak diketahui penyebarnya.

Seperti beberapa waktu ini terjadi Black Campaign dalam proses Pemilukada DKI Jakarta. Hampir semua calon gubernur di Black Campaign.

FOKE
Banyak orang yang protes karena mendapatkan kupon palsu sembako dari Foke, incumbent calon Gubernur Jakarta. Tim Foke pun melaporkan kejadian ini ke polisi, ada yang berkampanye hitam, tudingnya. Ada yang sengaja menebar kupon palsu agar Foke jelek citranya di masyarakat. Ataukah ini hanya sensasi dari politik Foke menaikkan citra dirinya yang (katanya) ditindas? Belum lagi pencitraan di media massa dan media sosial tentang kegagalan Foke memimpin Jakarta, mulai dari macet, banjir, dan korupsi.

JOKOWI
Ada selebaran dibiarkan tertumpuk di tangga menuju halte Pos Pengumben Jakarta, tertulis sejumlah keburukan di Kota Solo di selebaran berjudul “Cerita Baik tentang Solo, Ternyata Kenyataannya Buruk”. Salah satu yang tertulis jelas di selebaran tersebut adalah meningkatnya jumlah penduduk miskin di Kota Solo. Dalam selebaran tersebut dikatakan, dengan jumlah penduduk kurang lebih 559.318 jiwa, 130 ribu di antaranya adalah penduduk miskin. Yang lain adalah soal banjir di Solo, pada selebaran itu tertulis, setiap tahun Kota Solo mengalami banjir dengan ketinggian rata 1-1,5 meter dan merendam 1.470 keluarga. Di selebaran juga ada foto Jokowi tertawa berlatar belakang karikatur rakyat miskin di bagian belakangnya disertai tulisan “Pemimpin yang meninggalkan amanah, dengan banyak hal yang belum terselesaikan di Solo”.

HIDAYAT
Di Kampung Kandang, Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan, sebuah mobil berpelat merah warna biru dengan sticker gambar calon gubernur datang ke Kampung Kandang sekitar pukul 11.00. Setelah parkir di dekat sebuah warung soto, sang sopir mobil bernomor polisi B 9004 PQU tersebut keluar sambil menenteng pengeras suara, kemudian berteriak-teriak, ”PKS antimaulid, PKS antitahlil.”

ALEX
Pencalonannya ditentang sekelompok orang yang tidak jelas asal-usulnya, mengatasnamakan Gerakan Massa Muda Peduli Jakarta berdemo di Bundaran HI. Alex Nurdin dikait-kaitkan dalam dugaan korupsi Wisma Atlet, dia juga dituduh menikah lagi.

Bagaimana contoh Black Campaign di atas, terlepas dari benar tidaknya berita tersebut, sangat kotor dan sesat bukan? Saya pribadi sangat menyayangkan hal tersebut, orang-orang di desa kelihatannya lebih santun berpolitik dibanding orang di kota. Masyarakatpun lebih memilih politikus santun, yang sering curhat daripada yang terang-terangan “melawan”.

Saya menyukai kampanye (hitam) yang unik dan kreatif. Walaupun tidak dibenarkan, ada beberapa kampanye hitam yang unik dan kreatif, salah satu diantaranya adalah menyebarkan uang atau barang namun dengan berbagai modifikasi. Contohnya beberapa tahun lalu, Tim calon bupati A menyebar sekilo beras dari rumah ke rumah, mengatasnamakan calon bupati B. Dalam beras diselip uang seribu rupiah. Sehari kemudian di tempat yang sama, Tim tersebut (namun dengan personil lain) menyebar dua kilo beras dengan diselip uang 10 ribu rupiah. Dari sini, Tim A berharap masyarakat menilai calon bupati B pelit dan tidak layak dipilih.Kreatif bukan? Namun politik uang yang dibarengi black campaign sudah tidak efektif di zaman sekarang, rakyat sudah pintar. Masyarakat umum sudah berprinsip “ambil semua uangnya, tak usah dipilih”.

Adakah kampanye hitam kreatif disekitar anda? Apakah postingan ini termasuk Black Campaign? Mungkin ada teori politik yang belum saya ketahui bagaimana menjatuhkan lawan politik tanpa membuatnya sakit. Ada yang mau sharing?

3 thoughts on “Kampanye Hitam yang Unik dan Kreatif, Adakah?

  1. Kampanye hitam ini sebenarnya samar-samar bedanya sama pencitraan, sepakat sama contoh di atas, bisa jadi lawan politik yang sengaja menjatuhkan atau sengaja dibuat agar terkesan ditindas. Di daerah saya gak jauh beda contohnya ma di atas, paling marak sih masalah selebaran-selebaran yang mengumbar aib😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s