Pertemuan PSK se-Sulawesi Selatan

Pelacuran atau prostitusi adalah penjualan jasa seksual, seperti seks oral atau hubungan seks, untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK). Istilah pelacur sering diperhalus dengan pekerja seks komersial, wanita tunasusila, istilah lain yang juga mengacu kepada layanan seks komersial.

Wikipedia

Pertemuan PSK Sulawesi Selatan
Pertemuan PSK Sulawesi Selatan

Dua hari ini saya tidak posting sesuatu pun di blog ini, alasan klasik, tidak terhubung dengan internet. Dua hari ini saya ikut pertemuan District Surveillance Officer (DSO). Dalam Bahasa Indonesia, DSO diterjemahkan langsung menjadi Petugas Surveilans Kabupaten/Kota (PSK), singkatan yang selama ini identik dengan Pekerja Seks Komersial. Karena keengganan mengidentikkan diri dengan singkatan PSK dan menambah kekerenannya, Petugas Surveilans Kabupaten/Kota di Englis-kan menjadi District Surveillance Officer (DSO). Untuk selanjutnya, dalam postingan ini PSK saya sebut DSO saja, biar petugas DSO se-Indonesia tidak protes. Hehehe…

Baru kali ini saya melihat sosok Dirjen P2PL, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE secara langsung. Sebelumnya, dilihat dari panjangnya gelar dibelakang nama beliau, saya mengira beliau adalah orang yang super-serius. Ternyata dalam sambutannya, selain cerdas beliau juga suka bercanda yang membuat saya jadi kagum dengan kepribadian beliau. Sebagai orang ke-sekian yang bertanggungjawab dalam kesehatan masyarakat, bahkan mungkin dapat saya katakan orang pertama yang bertanggungjawab dalam penanggulangan penyakit di negeri ini, beliau senantiasa memberikan motivasi kepada bawahannya, terutama bagi DSO sebagai ujung tombak pencegahan dan penanggulangan penyakit di tingkat Kabupaten/Kota. Dalam sambutannya, beliau memberi pesan-pesan berharga kepada kami yang intinya adalah Kesiapsiagaan Petugas Surveilans Dalam Penanggulangan KLB Kurang dari 24 Jam. Isi pesannya antara lain.

# Surveilans penyakit (menular dan tidak menular) adalah kegiatan yang bentuknya pengamatan berkelanjutan/ terus menerus, diikuti dengan action untuk menanggulangi masalahnya.

# Untuk itu kegiatan surveilans harus punya kepekaan, cepat, dan akurat.

# Untuk mampu melakukan surveilans dengan baik diperlukan : * ilmu pengetahuan, baik tentang surveilans secara umum maupun tentang penyakit / masalah kesehatannya sendiri, * ketekunan, * kerjasama/ networking, * kesiagaan terus menerus, * laporan antara lain dengan teknologi informasi, * action di lapangan

Pesan tersebut ternyata diposting secara resmi di situs Ditjen P2PL disini.

Banyak hal yang didapat dari pertemuan ini. Selain review kinerja DSO, ada beberapa ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapatkan. Beberapa pemotivasi dan pemateri yang sempat hadir selain Dirjen P2PL antara lain Representatif WHO sebagai penyandang dana, Direktur Simkarkesma Kemenkes, Kepala Seksi dan Staff Surveilans Kemenkes, dan Surveillance Officer (SO) Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan usaha dan doa, saya mau jadi Petugas Surveilans Kabupaten (PSK) profesional, demi kesehatan masyarakat Kabupaten Maros, semoga!!!

Advertisements

2 thoughts on “Pertemuan PSK se-Sulawesi Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s