Prediksi Bola, Antara Perasaan dan Logika

Perempat Final Euro 2012 telah usai, hasil pertandingan tidak mengejutkan, tiga dari empat pertandingan sesuai prediksi saya. Berikut ini hasil pertandingan Euro 2012 saya sinkronkan dengan prediksi saya.

Portugal mengalahkan Ceko 1-0 (prediksi saya Portugal menang dengan skor 2-3)

Jerman mengalahkan Yunani 4-2 (prediksi saya Jerman menang dengan skor 3-1)

Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 (prediksi saya Spanyol menang adu penalti setelah main imbang 2-2)

Italia mengalahkan Inggris adu pinalti 4-2 setelah main waktu normal 0-0 (prediksi saya Inggris menang 2-1).

Dari prediksi dan hasil pertandingan tersebut, dapat diketahui kalau saya melakukan prediksi abal-abal, prediksi dengan menggunakan perasaan dibumbui sedikit logika.

Logika bahwa sepakbola Portugal di atas kertas lebih baik daripada Republik Ceko mengalahkan perasaan kesukaan saya sejak dulu pada Rosicky dan Milan Baros di Ceko.

Logika saya juga masih jalan ketika Jerman diatas kertas jauh lebih baik daripada Yunani meskipun perasaan saya selalu antikemapanan, memilih tim lemah sebagai kuda hitam.

Begitu juga dengan logika bandar taruhan kalau saat ini sepakbola Spanyol lebih baik daripada Prancis, bagi saya tidak ada main perasaan antara kedua tim ini karena keduanya tidak saya suka, bukan karena permainan kedua tim jelek, namun karena tidak suka melihat juara itu-itu saja. Kalau prancis, saya tidak terlalu suka kecuali Evra dan Anelka.

Tapi prediksi saya meleset jauh saat saya main perasaan membela Inggris saat lawan Italia. Saya prediksi Inggris bisa melumat Italia walaupun dengan susah payah. Apa lacur? Permainan Italia jauh lebih baik dan menyingkirkan Inggris lewat adu pinalti setelah bermain kacamata selama 120 menit.

Begitulah, dari empat pertandingan, satu pertandingan prediksi saya meleset. Mungkin karena hanya menggunakan perasaan, sisi-sisi emosional tanpa logika, tanpa statistik awal. Bukankah Italia adalah juara Dunia 2006, sedangkan Inggris sama sekali tak lolos perempat final dua tahun lalu? Inilah tidak saya selami, taklid buta tanpa perhitungan membela Inggris secara membabi buta tanpa melihat lawannya adalah tim yang mungkin lebih kuat, Italia!

Saya mbatin, bagaimana para peramal dan paranormal melakukan ramalan? Bagaimana hitung-hitungan prediksi mereka? Saya tertarik dengan teknik prediksi ilusionis (saya lupa namanya) yang melakukan prediksi berdasarkan “penglihatan” akan kalkulasi kepribadian para pemain, dikolaborasikan dengan prestasi pemain, tim official dan beberapa faktor lain selama beberapa tahun terakhir. Dia melakukan prediksi bukan berdasarkan statistik pertandingan saja, tapi ditambah statistik individu dalam sebuah tim. Sungguh menarik.

Lantas bagaimana dengan prediksi saya di semifinal Euro 2012 ini? Sangat sulit, semua adalah tim kuat dan unggulan. Namun dari hitung-hitungan diatas kertas, logika, sedikit perasaan dan unggulan bandar judi, inilah prediksi saya.

Jerman vs Italia
Secara umum kedua tim setara melihat sejarah kedua tim dalam sepakbola Eropa dan Dunia. Namun, kemenangan sempurna Jerman di Grup neraka (melibas Belanda, Portugal, dan Denmark) dan kemenangan telak atas Yunani di perempat final membuktikan Jerman sangat ditakuti lawan manapun. Hal ini berkebalikan dengan takdir Italia yang hanya mampu menang satu kali dan seri dua kali di kualifikasi grup (mengalahkan Irlandia, seri lawan Spanyol dan Kroasia). Dan terakhir, Italia tak mampu mencetak gol ke gawang Inggris di Perempat Final. Ingat, pertahanan Jerman mungkin lebih baik daripada Inggris yang bakal sulit ditembus Italia. Di atas kertas, Jerman akan melaju ke final walaupun dengan susah payah.

Spanyol vs Portugal
Di fase grup, Spanyol hanya menang 2 kali dan sekali seri. Namun cukup menjadikan Spanyol juara grup. Sedangkan Portugal “hanya” kalah lawan Jerman, sisanya menang lawan tim tangguh Belanda dan Denmark di grup neraka. Jika dilihat dari hasil pertandingan sebelumnya, terlepas dari gaya tiki-taka Spanyol yang memanja mata dan diunggulkan Bandar judi untuk juara, pertandingan akan ketat dan adilnya adalah adu pinalti dengan sebelumnya pesta gol (3-3), kemudian Spanyol ke final.

Inti dari semifinal Euro 2012 ini adalah Grup B lawan Grup C. Grup B sebagai grup neraka melawan grup C sebagai grup semi neraka. Juara Grup B lawan Runner up grup C, dan Juara Grup C lawan Runner up grup B.

Dari hitung-hitungan prediksi saya, memang masih sangat abal-abal, antara perasaan dan logika. Bagaimana prediksi anda? Siapa menang? Kita tunggu saja.

Advertisements

2 thoughts on “Prediksi Bola, Antara Perasaan dan Logika

  1. Kadang prediksi itu susah-susah gampang, pas ngikut dengan logika berdasar statistik, pasti saja kalo hasil statistik ga pas, apalagi kalo team favorit kita gak menang scara statistik, maka larinya adalah : terserah apa kata data dan statistik, pokoke team gue pasti menang. T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s