Tidak Pakai Hati

“Mba, campur nda pake hati!”, pesan seorang pengunjung di sebuah warung. “saya hati daging tok mba”, potong pengunjung yang lain, “minta bawangnya mba nah”, sambungnya.

Itulah sebagian kecil percakapan pagi tadi di sebuah warung coto. Percakapan seperti ini sudah lumrah di seluruh warung coto seantero Makassar dan sekitarnya. Kadang kalau dicerna, orang luar atau pendatang akan ketawa sendiri mendengar percakapan ini. Tidak pakai hati? Mungkin Tidak pakai perasaan maksudnya?

Coto, adalah makanan khas Makassar dari daging sapi beserta jeroannya. Dengan bumbu khas dan racikan tangan Makassar, masakan ini digemari oleh seluruh kalangan. Kecuali kotorannya, mungkin hampir semua bagian sapi jadi campuran coto, mulai dari daging, hati, limpa, usus, handuk, otak, jantung. Bagian daging sapi dan jeroannya ini dimasak, direbus sampai lunak, kemudian dipotong kecil-kecil, diberi kuah dengan racikan bumbu khusus.

Saking terkenalnya, warung coto di Makassar mudah ditemukan, bahkan dengan ke khasan masing-masing, mulai dari coto bagadang yang buka 24 jam hingga coto franchise yang berembel-embel “asuhan daeng……., cabang……….”. Ada beberapa warung coto rekomendasi si pemimpi yang enak, lezis, antara lain.

Coto Nusantara (Conus), jl Nusantara dan cabang lain.
Coto Maros, jl Urip Sumoharjo dan di Maros.
Coto Daeng, Jl Pengayoman dan banyak cabang lain.
Coto Dewi, jl Sunu dan banyak cabang lain.
Coto Paraikatte, jl. Pettarani dan Cabang lain.
Coto Pettarani (Copet), jl Pettarani.
Coto Gagak, jl. Gagak.

Sebagian penikmat coto hanya menyukai beberapa bagian saja, hanya memesan sesuai selera. Jangan heran atau ketawa jika terjadi percakapan seperti di atas. Tidak pakai hati maksudnya campuran coto tidak usah diberi hati, bukannya sang peracik disuruh untuk tidak memakai perasaan (seperti mengomel atau marah-marah) saat membuat campuran masakan cotonya.

Favorit si pemimpi adalah coto campur, maksudnya si pemimpi senang dengan semua campuran bahan coto tadi. Daging, hati, limpa, usus, handuk, jantung, paru, otak, dan sebagainya itu dicampur jadi satu dalam mangkuk kecil dan diberi kuah. Kadang ada yang hanya suka bagian kecilnya saja, maka muncullah menu, istilah, dan singkatan lucu dalam memesan coto.

Campur = semua bagian sapi
Nda pake hati = campur tapi tidak pakai hati
Hadija = hati daging jantung
Hatija = hati jantung
Halija = hati limpa jantung
Nda pake otak = campur tapi tidak pakai otak

Handuk? Apakah sapi punya handuk untuk mandi? Makanan pencampur coto ini sepertinya terbuat dari lapisan kulit bagian dalam sapi, seperti kikil, bentuknya seperti permukaan handuk, dan sangat kenyal, sulit digigit dan dicerna.

Pagi tadi dengan senang hati karena ditraktir, si pemimpi pesan “campur mba, nda pake lama”. Semangat makan, semangat berakhir pekan.

Keterangan foto: peracik daging coto memotong kecil daging dan jeroan yang sudah dimasak, kemudian menyimpannya di mangkok kecil sesuai pesanan. Yang lain menuangkan kuah coto dalam mangkuk. Si manajer coto tiggal mengatur pesanan.

Advertisements

3 thoughts on “Tidak Pakai Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s