Generasi Petasan, Generasi Teroris?

Ada orang yang senang melihat orang lain susah. Derita orang adalah kesenangannya. Seperti juga di Ramadhan ini. Anak-anak membeli petasan, membakarnya, meledakkannya tepat di depan rumah.

Beberapa kali ditegur, saat tak ada orang kembali berulah. Petasan dibakar, diledakkan, dan mengambil langkah seribu sambil tertawa renyah. Ulah jahil yang berulang, sangat senang mengetahui seisi rumah kaget dan mengeluarkan sumpah serapah.

Petasan, dahulu untuk mengusir setan dan roh jahat, sekarang dipakai anak jahat yang bahagia melakukan teror dan intimidasi. Mungkin jadi ciri generasi teroris?

Uang untuk beli petasan dari orangtuanya, sambil berpesan “jangan main disini, disana saja yang jauh!!”, siapa sebenarnya yang teroris?

3 thoughts on “Generasi Petasan, Generasi Teroris?

  1. wuihii. Ironis banget ya. Orang tuanya sebenernya gak mau denger suara petasan tapi kasih duit dan suruh anaknya main yang jauh. Ganggu orang gak masalah yang penting sendirinya ga terganggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s