Jabatan Fungsional

Setelah “menunggu” setahun lebih, akhirnya saya “diamanahkan” memegang “jabatan” fungsional. Menunggu? Iya, mungkin inilah satu-satunya jabatan yang ditunggu karena dapat dipastikan adanya. Kalau syaratnya sudah tercapai, jabatan tersebut tinggal menunggu saja untuk “diamanahkan”.

Jabatan fungsional dianggap biasa saja oleh sebagian besar PNS. Beda dengan jabatan struktural, jabatan fungsional diberikan berkaitan dengan “fungsi” profesi seorang PNS. Contoh adalah guru, dokter, bidan, perawat, dan sebagainya. Makanya kalau PNS ditanya “Apa jabatanmu sekarang dikantor?”, kebanyakan akan menjawab “Tidak ada jabatan, Cuma staff biasa”, padahal mungkin PNS tersebut lupa kalau sedang menyandang jabatan fungsional. Makanya lagi, banyak yang menganggap jabatan fungsional adalah “hak”, bukan “amanah”.

Advertisements

2 thoughts on “Jabatan Fungsional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s