Kapurung Banjir

Kapurung, adalah makanan tradisional khas Palopo dan Luwu, Sulawesi Selatan. Terbuat dari campuran sagu, sayuran, dan lauk ikan, udang, ataupun ayam dengan bumbu khusus. Kalau bubur Manado memakai beras, maka kapurung menggunakan sagu. Suasana hujan plus banjir enaknya makanan berkuah yang hangat-hangat. Kapurung adalah salah satu opsi terbaik.

Ada beberapa warung kapurung yang enak di Makassar, namun (banjir) kali ini (seperti biasa) kami makan kapurung di warung kapurung jalan Pandang Raya. Kapurung di warung ini enak, murah, dan dekat dari rumah. Ada juga warung kapurung di jalan Rajawali dan jalan Perintis, namun walaupun lebih enak, agak memberatkan kantong saya. Harga kapurung udang sebanyak ini 15 ribu rupiah, kalau kapurung ayam 15 ribu juga, sedangkan yang paling murah adalah kapurung ikan seharga 12 ribu rupiah.

Menunggu kapurung disajikan agak lama, paling cepat 20 menit, maklum kapurung baru dimasak saat dipesan, sehingga kapurung selalu segar saat disantap. Porsinya? Wowww, porsi tukang. Lihat saja lebar mangkuknya seukuran piring, dengan kedalaman 12 centimeter. Walaupun kurang jelas, saya foto mangkuk kapurungnya berdampingan dengan ponsel saya untuk membandingkan ukurannya. Porsi sedemikian banyak biasanya saya tidak dapat menghabiskannya, bersisa sagu dan kuahnya. Kapurung banjir, mau?

One thought on “Kapurung Banjir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s