Aesculapius

Aesculapius. Saya sering melihat ex bannernya di jalan yang sering saya lewati di jalan perintis kemerdekaan Makassar. Sulit menyebutnya, namun karena berulang kali membacanya, namanya terekam di luar kepala. Aesculapius, menyebutnya bisa membuat lidah kusut, terpeleset menjadi eskuelapis. Saya heran mengapa ada yang memasang banner tersebut yang sulit diterima kepala normal untuk mengingat brandnya. Saya tidak peduli, bukan urusan saya sampai kemarin akhirnya kami ketempat tersebut. Ternyata Aesculapius adalah toko buku dan alat kedokteran. Kemarin kami kesana mencari penlight warna merah, eh pointer.

Saya masih penasaran, setelah googling, menurut wikipedia, aesculapius merupakan dewa pengobatan berdasarkan mitologi Yunani kuno. Kisahnya sangat dramatis, mulai dibunuhnya sang ibu saat masih mengandungnya hingga matinya karena di petiri Zeus karena menghidupkan orang mati dan menerima bayaran pengobatan.

Sekarang aesculapius dikenal merupakan simbol seni kedokteran, bahkan tongkat aesculapius dengan ularnya menjadi lambang kedokteran hingga saat ini. Saya baru tahu. Aesculapius, Asklepios, oh.

Advertisements

One thought on “Aesculapius

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s