Mesin Absensi Sidik Jari

Foto mesin absensi di salah satu kantor pemerintah. Ceklok, orang sini menyebutnya demikian -walaupun salah, ceklok itu yang pakai kartu, bukan sidik jari. Entah berapa kantor yang memasangnya, demi efektif dan efisiennya menggaji pegawai, juga atas nama disiplin. Kalau soal keren-kerenan saya juga tak tahu.

Saya bayangkan bagaimana awal pemasangannya, pegawai malas -yang sering nitip tanda tangan absen- kalang kabut, mencari celah. Ada yang tahu cara mengakali absensi sidik jari? Potong jari terlalu gila, tak mungkin jari kesayangan ditukar dengan kehadiran. Konon di Jepang sana ada yang bisa, membuat replika jari plus sidiknya dari jelly. Disini? Sepertinya tidak ada, hanya coba-coba fotokopi sidik jari yang pasti tak berhasil. Mesin ini sekaligus mendeteksi panas tubuh, bukan gambar.

Konon di tempat lain, pegawainya merusak mesin demi keberlangsungan hidupnya. Menaburi dengan pasir dan lem korea. Ada lagi yang berlagak bodoh, pagi ke kantor, habis ngabsen ngeluyur, sorenya ngantor lagi, ngabsen. Serepot itu. Atau ada cara lain?

Advertisements

3 thoughts on “Mesin Absensi Sidik Jari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s