Mengenal Chatinone

Raffi Ahmad, salah seorang pesohor muda negeri ini beberapa waktu lalu di grebek BNN. Rumahnya dipakai pesta Narkoba. Hasil tes urine Raffi negatif, namun belakangan berubah positif lantaran sampel rambutnya positif Narkoba. Narkobanya jenis baru di Indonesia, Chatinone.

Saya copas dari detik(dot)com, Chatinone adalah sejenis stimulan, namun namanya kalah populer dibanding amfetamin dan kokain. Walau demikian, risikonya tak kalah gawat dengan narkoba jenis lainnya. Chatinone berasal dari tanaman Catha edulis atau Khat. Tanaman tersebut dikenal juga dengan sebutan qat, quat, atau gat dan telah lama digunakan di timur tengah dan Afrika. Daunnya dikonsumsi dengan cara dikunyah dan terkadang dicampur dalam seduhan teh. Tanaman ini sempat digemari seperti halnya kopi.

Mengkonsumsi daun khat dapat membuat penggunanya jadi bertambah energinya, banyak bicara dan jadi agresif karena memang memiliki efek stimulan. Sayangnya, tanaman ini dapat membuat ketergantungan dan memicu masalah ekonomi. Chatinone disebut juga sebagai ‘amfetamin
alami’. Zat ini menstimulasi sistem saraf pusat menyerupai amfetamin, hanya saja efeknya lebih ringan. Jika sintesis amfetamin yang disebut
metamfetamin efeknya lebih kuat daripada amfetamin, begitu pula dengan methchatinone yang efeknya lebih kuat dibanding Chatinone.

Ada juga turunan Chatinone yang sering ditemukan di AS dan tenar dengan sebutan ‘bath salt’. Bath Salt dijual dalam bentuk bubuk yang
dikemas dalam plastik atau aluminium foil berukuran 200 mg dan 500 mg. Penyalahgunaannya dilakukan dengan cara dihirup, dirokok, ditelan, atau dimasukkan dalam larutan lalu disuntikkan ke pembuluh darah. Orang-orang yang menyalahgunakan zat ini mengalami agitasi, insomnia, lekas marah, pusing, depresi, paranoia, delusi, muncul keinginan bunuh diri, kejang dan panik. Penggunanya juga mengaku mengalami gangguan persepsi, berkurang kontrol motoriknya dan sulit berpikir jernih. Turunan Chatinone bertindak sebagai stimulan sistem saraf pusat yang menyebabkan percepatam denyut jantung yang cepat dan dapat
menyebabkan serangan jantung maupun stroke. Terkadang juga disertai, sakit dada, mimisan, berkeringat, mual dan muntah.

Senyawa turunan Chatinone memiliki efek yang sama dengan amfetamin, kokain dan LSD. Sayangnya, dampak overdosis dari obat ini masih belum diketahui. Zat ini pernah dipasarkan di AS dengan label peringatan ‘tidak dimaksudkan untuk konsumsi manusia’. Sejak tahun 2011, AS mengeluarkan peraturan untuk mengontrol zat yang digunakan untuk meracik bath salt, hampir kesemuanya adalah turunan Chatinone. Membuat, memiliki dan menjual bahan turunan Chatinone adalah ilegal, kecuali jika diizinkan oleh hukum. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap keselamatan publik.

Zat ini dimasukkan dalam kategori Schedule 1, yaitu zat yang berpotensi tinggi disalahgunakan, tidak bermanfaat untuk pengobatan dan kurang aman digunakan tanpa pengawasan medis. Bahan kimia turunan Chatinone sampai kini diyakini masih diproduksi di Cina dan India dan banyak dijual ke Eropa Timur. Banyak negara telah melarang produk ini.

Chatinone diketahui dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti euforia dan kesegaran. Karena efeknya itu, dalam konsensus psikotropika internasional pada 1971, dinyatakan sebagai zat terlarang. Bahkan sejak tahun 1993, badan pemberantasan penyelundupan narkoba di negara federal Amerika Serikat (DEA) menyatakan chatinone sebagai salah satu zat terlarang dan keberadaannya memerlukan pengaturan khusus.

Sejumlah negara masih memperbolehkan peredaran chatinone secara bebas. Namun ada juga yang melarang secara keras. Untuk AS, DEA dalam peryataanya, menyatakan chatinone bisa dikonsumsi namun harus menggunakan izin medis. Negara yang melarang peredaran dan
pengonsumsian chatinone secara bebas antara lain AS, Kanada, Australia, Polandia, Norwegia, Belanda, Jerman, Irlandia dan Prancis. Adapun
negara-negara yang membebaskan peredaran chatonine mayoritas berada di benua Afrika antara lain Ethiopia, Djibouti, Somalia dan Kenya. Inggris merupakan negara di Eropa yang menyatakan chatinone legal untuk diperdagangkan secara bebas. Sedangkan Indonesia, masih belum
mendefinisikan chatinone ini sebagai zat terlarang. BNN masih mengkategorikannya sebagai zat baru.

Bagaimana? Tertarik mencoba? Hehehehe… Naudzubillah, ngerokok saja tidak, semoga tak pernah terjerat Narkoba, apapun bentuknya.

Advertisements

One thought on “Mengenal Chatinone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s