Tanpa Listrik Semuanya Sakit

Pagi ini menemani istri memasukkan berkas lamaran di RS UNHAS. Tapi kata security, lamaran via pos saja, padahal di pengumuman tercantum jelas jika surat lamaran mesti dibawa langsung. Entah siapa yang keliru, yang jelas kerjaan yang sudah kelar diujung mata akhirnya jadi susah. Mesti ke kantor pos, membayar biaya pengiriman pula.

Sebelum ke kantor pos, saya singgah ke kantor untuk mencetak sampul amplop. Tapi ternyata sampai kantor mati lampu, beberapa pegawai membunuh waktu main pingpong. Saya langsung ke kantor pos, sampul amplop ditulis tangan saja. Ternyata kantor pos tidak lebih baik, mati lampu juga dan tidak bisa melayani penggunanya.

Beberapa orang tampak kecewa, batal mengirim surat, membayar pajak, atau kepentingan perposan lainnya. Saya mbatin, jaman dahulu tak ada listrik pun jadi. Saya juga membayangkan orang yang dirawat di RS atau menghadapi meja operasi. Semoga disana tidak mati lampu karena ada genset.

Sekarang, tanpa listrik semua jadi sakit, tak mampu beraktifitas, tak mampu berbuat apa-apa. Saya pun hanya mampu menulis tidak jelas di ponsel. Kalau ponsel ini lowbet, ikut sakitlah saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s