Misi Balas Dendam Ala City Hunter

City Hunter, drama korea kedua yang saya khatamkan setelah I Miss You (Missing You). Ceritanya rumit, namun menarik, membuat penasaran mengikuti ceritanya hingga tuntas. Untunglah saya sanggup menahan diri kali ini untuk tidak menontonnya secara maraton seperti I Miss You. Dari total 20 episode, saya menuntaskannya dalam kurun waktu 2 bulan, itupun dengan diselingi drama korea lain, Gentleman Dignity. Serial televisi ini tayang perdana pada tanggal 25 Mei 2011 di SBS, konon pernah tayang juga di Indosiar (haloow, kemana saja kamu mumox? Baru nonton City Hunter!). Serial ini dibuat berdasarkan manga Jepang, City Hunter yang ditulis dan diilustrasikan oleh Tsukasa Hojo.

Kisah City Hunter bermula saat sepasukan tentara khusus Korea Selatan berjumlah 21 orang menyusup ke Korea Utara. Setelah misi selesai, mereka malah ditembak dan dibunuh di laut lepas oleh yang memerintahkan mereka (para birokrat) dengan alasan “perubahan rencana” untuk kepentingan yang lebih besar (Amerika dan keamanan korea). Satu orang tersisa, Lee Jin-pyo, bertekad membalas dendam kepada lima politisi yang mengkhianati mereka. Untuk itu, Jin-pyo tega menculik Lee Yoon-sung (anak dari istri sahabatnya yang ikut terbunuh) yang baru lahir dari ibunya dan membawanya ke pegunungan Thailand dimana Jin-pyo menjadi gembong narkoba. Jin-pyo yang juga menjadi ayah angkat Yoon-sung mendidik sang putra angkatnya dengan keras agar menjadi pria tangguh dalam pertarungan senjata dan tangan kosong. Tidak hanya itu, Yoon-sung (Lee min Ho) dikirim ke MIT di Amerika untuk belajar teknologi informasi yang kelak digunakan sebagai alat balas dendam.

Akhirnya Lee Yoon-sung kembali ke Korea dan berhasil menjadi anggota tim IT Blue House (istana kepresidenan Korea). Ia memanfaatkan posisinya di sana untuk rencana pembalasan dendam kepada kelima politisi tersebut. Sebelumnya ia telah diperingatkan ayah angkatnya, agar tidak jatuh cinta kepada wanita agar tidak menghalangi pembalasan dendam. Namun cinta tak dapat ditolak karena ia jatuh cinta kepada Kim Na-Na (Park Min-young) yang merupakan pengawal Blue House.

Berbagai intrik terjadi saat misi balas dendam ini berjalan, Jin Pyo yang ingin agar Yoon Sung segera membunuh kelima orang politisi ini terhalang oleh idealisme Yoon Sung yang hanya ingin memenjarakan mereka. Puncak intrik terjadi saat presiden adalah orang kelima yang harus dibalasdendami yang ternyata adalah ayah kandung Yoon Sung.

Terus terang emosi saya memuncak hingga meneteskan air mata saat Jin Pyo akhirnya mati tertembak oleh Kim Na Na namun masih menunjukkan rasa sayangnya pada anak angkatnya, Yoon Sung. Memang air mata saya yang keluar saat menonton City Hunter tidak sebanyak I Miss You, namun saya salut pada film-film yang sanggup membuat saya menangis, itu film master piece menurut saya.

Meski demikian, saya agak terganggu dengan kesalahan editing film, antara lain saat Yoon sung memukulkan tangannya pada paku yang tertancap di meja sebagai bentuk perlawanan kepada ayah angkatnya. Saat mencabut tangannya dari paku, terlihat sesaat kalau tangan yang ditancapkan tadi tidak berdarah. Barulah pada saat berjalan keluar, tangannya terlihat terluka. Begitupula saat adegan Jin pyo turun dari tangga dan akan memeriksa rumahnya yang dimasuki penjahat, terlihat bayangan kameramen dan beberapa kru film pada kaca. Meski demikian, plot cerita dan akting pemerannya saya acungi tiga jempol dari empat jempol saya.

Menonton City Hunter, saya jadi teringat penyerbuan LP Cebongan oleh anggota Kopassus yang menembaki dan membunuh 4 tahanan, preman yang selalu meresahkan warga. Misi balas dendam yang didukung oleh rakyat. Mungkin kita butuh city hunter di negeri ini.

3 thoughts on “Misi Balas Dendam Ala City Hunter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s