Urus Sana Urus Sini

Suatu hari saya izin terlambat masuk kantor. Mumpung tak banyak kerjaan yang deadline, kesempatan pada pagi hari itu saya pakai buat mengurus segala keperluan yang harus terselesaikan pada jam kantor. Saya menemani Sar mengurus Kartu Kuning, SKCK, dan membayar PBB.

Kartu Kuning

Ini bukan kartu kuning sepakbola, tapu kartu tanda pencari kerja. Karena warna kartunya kuning, jadilah masyarakat mengenal dan menyebutnya kartu kuning. Walaupun sekarang kartunya sudah berwarna putih, tetap dinamakan kartu kuning. Apalah arti sebuah nama, yang penting kita sepakat, semua orang tahu dan nyaman memakai namanya.

Dinas tenaga kerja adalah kantor yang berwenang menerbitkan Kartu Kuning. Di bilangan Jl. AP. Pettarani Makassar, di depan kantor BKKBN sebuah ruko berdiri, disitulah Disnaker Makassar berkantor untuk sementara waktu karena gedung kantor mereka yang asli —disebelah ruko— sedang direnovasi total.

Jam 8 lebih 10 menit kami tiba disana. Setelah memarkir motor, kami masuk ke ruko tersebut. Didalam belum ada aktifitas berarti. Satu-dua orang pegawai baru masuk mengisi kantor. Ada seorang bapak yang melayani kami, menuliskan bangko perpanjangan kartu. Tak sampai 10 menit, urusan kami selesai, tanpa biaya sepeserpun, tidak direpotkan. Saya tidak peduli dengan seberapa banyaknya kursi yang kosong karena pemiliknya belum hadir. Yang jelas urusan bisa selesai. Ada juga kantor yang penuh orang, hampir seluruh pegawainya yang hadir, tapi tak mampu menyelesaikan urusan apalagi masalah warga. Sungguh tidak efektif hal yang demikian. Intinya, kami puas dengan pelayanan Disnaker Makassar.

Perjalanan pagi itu kami lanjutkan. Rencananya kami ke kantor pos dekat Disnaker untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sebagaimana yang tertulis di blangko pembayaran PBB, kami bisa membayar PBB di kantor pos dan beberapa Bank. Tapi sampai di kantor pos, ternyata kantor pos belum mampu melayani pembayaran PBB. Salah seorang karyawan mengarahkan kami ke kantor Dinas Pendapatan Daerah di Jl. Urip Sumoharjo. Untunglah saya tahu lokasi di Makassar, tak butuh waktu lama untuk mencari sampailah kami di kantor Dispenda, di depannya ada Bank BPD Sulsel dan tanda disitu bisa membayar PBB. Saat masuk bank, ternyata antrian cukup panjang. Kami mendapatkan nomor antrian 58 padahal baru nomor antrian 6 yang terlayani. Kami putuskan langsung ke Polwiltabes Makassar untuk urus SKCK sambil menunggu antrian di BPD SulSel.

Surat Keterangan Catatan Kepolisian

Sampai di Polwiltabes Makassar di Jl. Ahmad Yani, kami langsung keloket SKCK di lantai 3. Jam menunjukkan pukul 8.50, loket belum buka. Kami tunggu beberapa saat. Tepat pukul 9 loket pun dibuka. Belum banyak antrian di loket ini, jadilah kami bisa mengurus SKCK dengan cepat. Dengan biaya Rp 25 ribu, SKCK perpanjangan sudah ada di tangan. Kami puas dengan pelayanan loket SKCK Polwiltabes Makassar.

Bayar PBB

Motor kembali melaju ke arah BPD Sulsel Urip. Saat sampai, ternyata nomor antrian kami sudah lewat 15 nomor, sudah nomor 73. Dan semakin banyak antrian. Aturan dari satpam, kami harus mengambil nomor antrian yang berlaku, alias nomor lama sudah hangus. Opsi lainnya, kami diarahkan ke BPD Perintis depan Dikbud —8 km dari situ— dengan ketidakpastian bisa dibayar disana atau tidak. Tapi untuk ada teman Sar yang melihat kami, ikut mengantri nomor 99. Beruntung pembayaran PBB bisa diwakilkan dan dititip pembayarannya. Kami titip saja sambil menunggu. Tampak seorang CS membalas BBM saat melayani pelanggan, memang BBMan saat menunggu loading jaringan yang super lelet, tapi tetap saja mengganggu batin saya. Yah mbok BBMannya nanti saja saat istirahat, bukan saat lagi padat-padatnya antrian. 20 menit kemudian, akhirnya pembayaran PBB tahun ini dan tunggakan tahun sebelumnya kelar. Sungguh repot di kantor terakhir ini.

Jelang siang saya mengarah ke kantor, urusan hari itu selesai. Saatnya mengurus rakyat, melakukan pengasapan DBD di daerah Panser (Padang Sessera), Mandai. Bau asap lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s