Bukan Sekedar Main Bulutangkis

Ricky Rexy vs Sigit Chandra

Hari Sabtu lalu, 1 Juni 2013 menjadi momen pertama saya nonton pertandingan bulutangkis langsung dalam stadion —GOR Sudiang,Makassar. Saya diajak Sar yang memang gandrung nonton bulutangkis di TV. Ini adalah pengalaman pertamanya juga nonton langsung, bukan di TV. Acara bertajuk Djarum Badminton All-Star ini memang bukan acara bulutangkis biasa, ada bintang-bintang bulutangkis legenda Indonesia semisal ganda putra legenda Indonesia Ricky Soebagja dan Rexy Maenaky, Sigit Budiarto dan Chandra Wijaya, Hariyanto Arbi, hingga Christian Hadinata. Saya sendiri baru pertama kali menginjak GOR Sudiang, jadinya hari itu lumayan spesial lah.

Satu dekade terakhir ini kadar suka saya terhadap bulutangkis memang mulai luntur. Ini karena prestasi Indonesia terus turun. Beda dengan saat masih SD hingga SMP saat Susi Susanti, termasuk Ricky-Rexy selalu juara, memenangkan berbagai kejuaraan dunia bulutangkis tak terkecuali emas olimpiade. Dulu pun saya pernah ikut pertandingan bulutangkis dalam rangka 17 Agustusan, walaupun level antar RT dan tidak juara, itu sudah membuktikan kalau sebenarnya saya suka bulutangkis.

Hadirnya bintang bulutangkis masa lalu ini seakan mengulang memori bagaimana kekaguman saya terhadap pemain bulutangkis masa lalu. Saya ingin menonton mereka secara langsung, kalau sempat berfoto bareng. Jadilah kami ke GOR Sudiang berkat iklan yang ada di koran. Acara hari itu adalah acara pamungkas setelah hari sebelumnya ada coaching clinic kepada pelatih bulutangkis di kota Makassar.

Kami masuk GOR sekitar jam setengah 5 sore. Ada beberapa ratus orang saja yang hadir, GOR tidak sampai penuh sesak, walaupun gratis. Pertandingan eksibisi yang sangat langka pun tersaji. Ada juara dunia ganda putra Sigit-Chandra melawan seniornya Ricky-Rexy. Permainan mereka sangat santai, terkesan hanya untuk memberi hiburan para penonton. Dan saya betul-betul terhibur. Teknik tinggi diperlihatkan kedua pasangan, dari smash tajam menyilang hingga backhand belakang dan tangkis bola lewat kedua paha (atau apakah nama gaya ini?). Terakhir, ada smash lewat bawah net. Sungguh menghibur.

Partai terakhir ada three on three badminton antara 3 keluarga Arbi (termasuk salah satunya juara dunia tunggal putra Harianto Arbi bersama 2 keluarganya, pebulutangkis senior saya lupa namanya) dan keluarga Maenaky (Rexy, Marleve dan satu lagi saya lupa namanya). Seumur-umur baru pertama kali saya lihat permainan bulutangkis tiga lawan tiga.

Kesimpulannya, saya puas menonton acara ini. Sepertinya saya akan jadi kembali suka nonton bulutangkis. Semoga penerus All-Star Legend bulutangkis Indonesia kembali hadir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s