Pertamini

Terpaksa beli bensin -premium- di penjual eceran pinggir jalan. Dua SPBU menolak mengisi jerigen 4 liter yang Saya bawa. Pom bensin pertama operatornya -laki- menolak dengan senyum, padahal sudah mengantri 4 motor. Pom bensin kedua operatornya -perempuan- menolak tanpa senyum, tapi dengan penjelasan. Tidak boleh isi bensin dengan jerigen, kalau perliter (dengan wadah air mineral botol) bisa. Jerigen tidak bisa, setengah liter pun. Tak mau berdebat, Saya berlalu, mencari pertamini.

Di jalan Saya mbatin, menerka-nerka itu Pertamini beli bensin dimana? Pakai apa? Kalau belinya di Pertamina lewat jerigen, berarti hari ini Saya dikerjai. Mestinya di pom bensin tertulis “dilarang beli lewat jerigen kecuali jual kembali”. Asudahlah.

Akhirnya ketemu pertamini, sebotol bensin berharga 8 ribu. Sebotolnya tak cukup 1 liter, karena jerigen 4 liter Saya isi dengan 5 botol, itupun tidak penuh. Satu doa Saya semoga bensin yang dijual pertamini ini tidak dicampur solar apalagi air. Teringat dulu saat bensin masih seharga 2500, seorang biker harus menguras tangki bensin motornya gara-gara beli bensin eceran, bensin tercampur minyak tanah. Kala itu, minyak tanah jauh lebih murah dibanding bensin.

Saya pulang dengan bensin 40 ribu dalam jerigen. Alhamdulillah, genset bisa hidup lagi.

Advertisements

4 thoughts on “Pertamini

  1. Kalau saya pas mogok dulu, bisa beli pake plastik ke pom bensin, tapi cuma pertamax. 😦

    Pertamini mah langsung ngambil dari truk pertaminya kali. :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s