THR [mode:on]

Jelang Hari Raya Idul Fitri, THR adalah sesuatu yang sangat dinanti-nantikan, untuk mencukupi kebutuhan hari raya yang tiba-tiba membengkak. Mulai untuk mencukupi kebutuhan makanan, hingga pakaian.

Menurut peraturan, Tunjangan Hari Raya (THR) adalah hak pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. Pekerja diberi THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Pekerja yang mempunyai masa kerja paling sedikit tiga bulan sudah berhak mendapatkan THR. Berapa besaran THR yang didapat? Hitung-hitungannya mudah saja, pekerja yang telah bekerja minimal satu tahun berhak mendapatkan THR sejumlah satu bulan gaji. Pemberian THR ini bisa berupa uang maupun barang, namun besaran nominal jumlah barang tidak boleh lebih dari 25% dari total THR. Saking wajibnya pemberian THR ini, para pengusaha akan diberikan sanksi jika tidak mematuhi ketentuan per-THR-an, apalagi tidak membayarnya -Walaupun ini hanya sebatas wacana. Hehehehe-.

Lalu bagaimana dengan PNS? Tak ada ketentuan khusus mengenai THR bagi PNS, karena peraturan spesifik di atas hanya berlaku bagi pekerja non PNS, dibawah wewenang Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bukan Kementrian Dalam Negeri. Tapi tak perlu berkecil hati, sebenarnya PNS sudah mendapatkan THR tiap tahunnya melalui pemberian Gaji 13 yang besarannya sama dengan satu bulan gaji, tanpa potongan pula.

Bagaimana dengan tahun ini? Jika sepakat Gaji-13 sama dengan THR, maka THR tersebut sudah lama habis. Masing-masing daerah memang mempunyai kebijakan mengenai kapan waktu pemberian Gaji-13. Untuk kabupaten Saya sudah diberikan sejak awal bulan Juli, sekitar 40 hari sebelum lebaran. Beda dengan beberapa daerah lain yang baru membayarkan Gaji-13 sekarang ini.

Walaupun THR (alias Gaji-13) sudah habis, rejeki Ramadhan ternyata tak ada habisnya. Tak akan lari THR dikejar, mulai pembagian paket THR berupa sembako hingga uang tunai atas inisiatif pimpinan yang baik hati. Uang makan nasi rantang sebulan yang tidak dirantangkan akhirnya berubah menjadi THR sembako. Masing-masing pimpinan memberi paket THR berupa minuman bersoda, beberapa botol. Pimpinan eselon III juga memberi THR berupa amplop sejumlah 20% dari gaji. Banyak atau sedikit THR-nya, tetap bersyukur. Alhamdulillah bisa menyambut hari kemenangan dengan nafas lega, kebutuhan sehari-hari tercukupi.

Jika ini Ramadhan terakhir, semoga ada THR susulan sebelum hari raya. Diniatkan THR-nya dibagi kepada keluarga dan yang tak berpunya, sisanya disimpan buat lahiran si kecil Insya Allah sebulan lagi. Pun jika jumpa lagi Ramadhan tahun depan, semoga giliran Saya yang memberi THR.

Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie

Advertisements

2 thoughts on “THR [mode:on]

    1. iya nih, ndak ada THR.. Tapi tetap syukur ada gaji 13 n “sedekahan” dari boss.. Matur nuwun mas, ikutan juga dong.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s