Presiden GoBlog

Presiden GoBlog

Andai jadi presiden, saya mau jadi presiden goblog. Bukan presiden yang bodoh atau tolol, tapi presiden yang mengelola blog secara aktif, presiden yang ngeblog, narablog.

Saya kira semua orang Indonesia tahu siapa presidennya, orang nomor satu di Indonesia, yang paling bertanggung jawab atas kesejahteraan dan kemajuan rakyat dan negara Indonesia. Perlu saya perkenalkan? Googling sajalah. Kalau sampai tidak tahu, kebangetan! Dicontek dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, presiden adalah kepala (lembaga, perusahaan, dsb), kepala negara (bagi negara yg berbentuk republik). Dikutip dari laman wikipedia, presiden (Latin: prae-sebelum dan sedere-menduduki) adalah suatu nama jabatan yang digunakan untuk pimpinan suatu organisasi, perusahaan, perguruan tinggi, atau negara. Pada awalnya, istilah ini dipergunakan untuk seseorang yang memimpin suatu acara atau rapat (ketua), tapi kemudian secara umum berkembang menjadi istilah untuk seseorang yang memiliki kekuasaan eksekutif. Lebih spesifiknya, istilah “Presiden” terutama dipergunakan untuk kepala negara suatu republik, baik dipilih secara langsung, ataupun tak langsung.

Adapun blog (singkatan dari web log), adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Blog biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Lalu apa maksud dari judul postingan ini? Mungkin pada awalnya sebagian besar pembaca akan menyangka ini adalah penghinaan terhadap presiden, semacam provokasi. Sama sekali tidak! Saya tidak bermaksud subversif. Kata ”goblog” beda ejaannya dengan ”goblok”. Goblok (GOBLO dengan akhiran huruf K) mengarah pada bodoh dan tolol, apabila ditujukan pada seseorang –apalagi presiden- bisa dikenai pasal penghinaan dan pencemaran nama baik, tapi goblog (GOBLO dengan akhiran G), mestinya GO BLOG (GO dan BLOG berpisah) mengacu pada orang yang mempunyai, mengelola, dan menggerakkan blog, yang bahasa kerennya adalah ngeblog atau narablog. Kenapa GOBLOG saya sambung? Sebagai provokasi saja anda sudi membaca postingan tak jelas ini.

Lalu apa hubungan antara presiden dan blog? Saya berandai-andai. Andai saya jadi presiden apa yang saya lakukan? Menjadi presiden tentunya adalah sesuatu yang hampir mustahil terwujud bagi saya, namun tak ada salahnya berandai-andai bukan? Andai saya jadi presiden, saya tetap ingin ngeblog, mengelola blog ini ataupun membuat blog baru yang saya perbaharui isinya secara rutin. Kebanyakan dari anda tentunya akan mengatakan bakal sulit mengelola blog sendiri secara konsisten, apalagi seorang presiden yang punya banyak kesibukan, kerjanya bukan hanya mengupdate blognya.

Tapi tunggu dulu, blog yang saya maksud disini adalah blog pribadi seperti blog ini, bukan blog komersil yang tujuan utamanya terindeks di mesin pencari yang ujung-ujungnya berhubungan dengan penghasilan lewat iklan. Blog pribadi jauh lebih mudah mengelolanya sendiri, tanpa beban berupa target perkembangan blog. Kalau lagi bosan menulis dengan tema yang berat, menulislah dengan tema keseharian yang ringan atau sekadar memposting foto yang dianggap menarik. Selain itu, blog saya pun akan tetap gratisan, tanpa perlu khawatir tersingkir dari jagad maya apabila masa kontrakan hosting dan domainnya telah habis saat saya telah mati.

Mau bukti kalau ngeblog itu mudah dan menyenangkan bagi seorang presiden? Tengok saja Junichiro Koizumi, mantan Perdana Menteri Jepang ini saat berkuasa dulu mengelola sebuah blog (sepertinya) dengan sentuhan tangan dan pikirannya sendiri. Laman blognya bisa diakses disini, terupdate hingga beliau lengser dari jabatannya. Blog ini diperbaharui setiap minggu oleh beliau sendiri, yang bercerita tentang kegiatan, kebijakan dan pandangannya tentang suatu isu. Menariknya, beliau senang menyelipkan sentuhan pribadi berupa komentar-komentar kecil tentang musim ataupun tentang kesukannya pada baseball. Mantan presiden eksentrik Kuba Fidel Castro pun melakukan hal yang sama, ngeblog dengan caranya sendiri, seenaknya. Coba tengok di laman blog sederhananya disini dengan delapan bahasa, berisi buah pemikiran beliau yang terkesan ”seenaknya”. Akhirnya tidak terupdate lagi seiring mangkatnya beberapa waktu lalu. Konon mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad pun demikian. Beliau malah sempat berjanji akan menyempatkan waktunya menulis selama 15 menit setiap minggu untuk mengupdate blog pribadinya, meskipun sejak pemilu terakhir, dia belum ngeblog lagi. Saat ini blognya beliau tersebut di www.ahmadinejad.ir/en/ tidak dapat diakses. Konon tulisannya di blog pribadi tersebut serius, tapi tetap santai dan ditulis dengan gaya yang sangat personal tanpa harus menghilangkan wibawanya sebagai pemimpin negara. Di halaman utama blognya juga ditampilkan komentar-komentar pengunjung blognya dari berbagai negara, mulai dari yang memuji sampai yang memaki.

Bagaimana dengan presiden Amerika Serikat Barack Obama? Beliau juga punya blog, namun diisi testimoni berita kegiatan sang presiden, bukan ditulis langsung oleh Obama. Situs blognya bisa ditengok di http://www.barackobama.com/news. Bagaimana dengan presiden Indonesia sekarang, presiden kita pak SBY? Sejak resmi jadi presiden, SBY juga sudah punya “blog” di www.presidensby.info yang dialihkan ke http://www.presidenri.go.id/ . Namun sayang, seperti blognya Obama, blog ini saya rasa kurang –bahkan tidak- memiliki sentuhan pribadi pemilik blognya. Bahkan nama domainnya adalah presidenRI, bagaimana kalau SBY sudah lengser tahun depan? Dilihat dari isinya, sangat jelas kalau yang menulis disana ”hanyalah” staf presiden. Memang tidak ada salahnya jika yang menulis tersebut adalah staf presiden, menginfokan segala kegiatan presiden. Tapi blog seperti ini tidak jauh beda dengan isi berita yang bisa kita dapatkan di berbagai media. Yang ingin saya lihat dari blog seorang presiden adalah sisi manusia mereka, pokoknya tentang mereka sebagai manusia biasa seperti saya dan anda, meskipun kebetulan saja mereka duduk di singgasana, nginap di istana. Mungkin beliau bakal bilang ”Ngeblog? Ndak ada waktu! Ngurus kalian saja sudah repot! Mending menulis lagu!”. Nah, menulis lagu beralbum-album saja bisa, kan.

Kembali ke saya andai jadi presiden. Saya bukan seorang penulis, tapi mengelola blog adalah salah satu sisi kehidupan saya. Ada sesuatu yang saya rasa menyenangkan ketika saya bisa mengupdate sebuah tulisan atau sekadar foto di blog ini. Walaupun mungkin kebanyakan pengunjung bilang blog lebay, beban pikiran terasa plong saat berinteraksi dengan blog. Jika saya jadi presiden, saya tetap ingin mengelola sebuah blog pribadi. Menumpahkan segala curahan hati yang layak ditumpahkan. Bukannya menggurui, semua orang punya kesenangan masing-masing, tapi bagi saya inilah beberapa manfaat ngeblog bagi seorang presiden.

1. Meminimalisir stress
Jika dianggap hobi, sesuatu yang ”aneh” bagi sebagian besar orang pun akan tetap dijalani. Sebagaimana kesenangan orang kebanyakan seperti karaokean rutin, bercocok tanam, ataupun main futsal, ngeblog pun bagi sebagian orang dianggap sebagai hobi. Ujung-ujungnya, ngeblog bisa meminimalisir penat dan stress bukan?

2. Menyampaikan informasi dan pembelajaran
Tanpa harus ngeblog, kita juga sudah tahu apa saja yang dilakukan presiden lewat berita yang berseliweran hingga akun media sosial beliau. Lalu apa bedanya dengan blog? Hal detail isi dalam kepala presiden yang tidak ada di dalam berita tersebut yang bisa menjadi sumber informasi dan bahan pembelajaran tambahan. Kalau boleh tahu, apa trik-trik beliau hingga bisa jadi presiden, saling menjegalkah atau saling merangkulkah, contohnya. Atau apa upaya beliau mengatasi persoalan naiknya harga sembako. Informasi dan pembelajaran yang baik akan tersaring dengan sendirinya. Lalu apa bedanya dengan buku? Bukankah buku lebih elegan? Buku tidak bersifat uptodate dan segar sebagaimana blog. Jika layak, isi blog dapat dijadikan buku juga, bukan?

3. Pencitraan
Bagi sebagian orang, blog adalah sebuah pencitraan. Pencitraan bukan sekadar mengumbar janji-janji manis lewat kampanye atau blusukan. Ngeblog pun dapat dianggap sebagai sebuah proses pencitraan. Sisi-sisi pribadi presiden yang kesenangannya mungkin makan tahu-tempe sebagaimana rakyat jelata bisa menimbulkan empati bagi rakyatnya. Sama seperti kita penasaran dengan kehidupan para artis, kita kan juga mau tahu sisi lain seorang presiden. Siapa tahu itu justru membuat kita lebih berempati pada tugas seorang presiden, atau malah bisa dipakai untuk juga menyebarkan kebijakan-kebijakan kepada kita, rakyat dengan cara yang lebih mudah dipahami ketimbang menggunakan bahasa-bahasa tinggi. Masalahnya, selama ini sosok presiden lebih sering ditampilkan sebagai sosok yang kaku, menakutkan dan membuatnya terasa sangat jauh. Pencitraan yang kaku.

4. Penghasilan sampingan
Saya yakin jika saya jadi presiden dan tetap mengupdate blog ini, pengunjung akan datang dengan sendirinya. Tak perlu susah payah melakukan beragam trik ngeblog yang sulit itu. Kita semua tahu, jika blog ramai pengunjung, rejeki berupa tawaran pemasangan iklan akan datang dengan sendirinya. Saya tidak mengharamkan iklan di blog ini sepanjang sesuai dengan kaidah umum yang berlaku dan tidak melanggar kesepakatan dengan kesepakatan. Dijamin, pundi-pundi rupiah akan mengalir dengan sendirinya tanpa perlu menumpuk dosa dengan jalan korupsi.

Itulah beberapa alasan saya tetap ngeblog jika jadi presiden. Anda mau menambahkan?

Inspirasi : Jaf’s

FesTIK

KBS

Advertisements

16 thoughts on “Presiden GoBlog

  1. Boleh jg tuh kak gagasannya, dulu sih sempet santer kabar konsep Guru Go-Blog, dimana dalam kesehariannya para guru dituntut utk melek akan teknologi informasi dan komunikasi dgn keaktifan mereka nge-blog. Kebayang kan kak gimana majunya negara kita nanti, apalagi kalau sampai presidennya yg nge-blog, transparansi presiden akan tugas-tugas kenegaraan melalui share info di blog khusus presiden tentu akan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat. Nice kak, salam kenal ya 🙂

    Ditunggu kunjungannya di,
    http://tikameliv.blogspot.com/2013/07/andai-aku-jadi-presiden.html

  2. Presiden go-blog?
    Kayaknya menarik.. terlebih presiden yang sekarang juga udah punya akun twitter, yang sebenernya gak jauh beda sama blog..

    asal jangan sampai presidnnya keasikan ngeblog tapi malah lupa sama kehidupan di dunia nyata.
    bisa berabe itu 😀

  3. halah, kalo dot go dot id, itu mah berarti emang milik pemerintah, dibayar dari apbn. lah kalo sy, modal pulsa sendiri. dan biasanya, kalo pejabat, politisi punya blog, pasti ada staf yg jadi admin-nya. jadi bukan tulisan sendiri dari pemilik blog.
    nah, berhubung ada pekem blogging, lalu apa setiap orang yg punya web personal bisa disebut blogger? hayooo…

      1. kata2 blogger sepuh seh artinya pewarta. dan itu tentu gak cukup, definisi dikembangkan menjadi orang yg memberitakan dalam web personal, dan itu lebih dekat dengan citizen journalist. dan itu dikembangin lagi oleh yg lain, dg gaya penulisan yg lebih personal, gak terikat gaya penulisan journalistik.
        ah, sejak itu saya lihat perkembangannya, mulailah dibuat dikotomi2 (secara tidak langsung) yg malah menegasi definisi awalnya. dan gak semua pewarta bisa disebut blogger.
        contoh kasus, pernah denger bloger “profesional” dan “pemula (newbie)” kan. profesional lebih ditunjuk pada blogger dg domain berbayar, sedangkan kalo yg newbie itu dg blog engine gratisan. sehingga mulailah terjadi perbedaan menyikapi antara blogger prof, seleb, dan newbie. entah ya, sampe sekarang menkoinfo gak bikin aturan ttg dunia blogging (apa harus ya?he). gitu kali. mungkin kamu punya pendapat berbeda. mari kita diskusikan, gan.

  4. Profokatif nih judulnya. Isinya ternyata malah menjabarkan para pemimpin Negara yg main blog.

    Kalau Endonesah, pemimpinnya main twitter dan FB. Sayangnya terlambat ketika mau lengser. Isinya curhat keluarga dan merasa prihatin…

  5. Dari sekian blog walking, baru kali ini saya baca yang punya ide kaya mas yasir. Presiden ngeblog, kedengerannya kurang populis sih soalnya yang udah-udah pres kita belum ada yg aktif blogging.
    Tapi bagus menurut saya sebagai suatu gebrakan, supaya rakyat bisa tau juga progress pemimpinnya sudah sejauh mana.

    by the way, terimakasih kunjungannya ke http://mochamadridho.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s