Mulai Membatu

image

Di depan tempat fotokopian ada penjual batu akik, beragam jenis tapi kebanyakan batu lokal. Belakangan ini tukang batu (akik atau permata) menjamur dimana-mana. Tukang batu lebih banyak daripada penjual kacang. Kita kembali ke jaman batu.

Sebagai generasi yang lahir belakangan, tak pernah terbersit keinginan memakai cincin batu berukuran gajah itu. Tapi lain ceritanya kalau gratisan.

Ada bongkahan batu dari mas Yudi, belum dipoles. Saya kurang mengerti jenis apalagi namanya. Ada batu hitam tak tembus cahaya, ada juga batu putih tapi berubah jadi hijau saat disenter, dan banyak lagi. Sepertinya saya mulai tertarik mengoleksinya. Demam batu sudah lama, saya baru mulai. Kamu?

Advertisements

2 thoughts on “Mulai Membatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s