Wartawan Pecah Ndase

Jangan suap wartawan

Poster ini tertempel di dekat pintu masuk sebuah kantor. Entah apa motifnya. Mungkin di kantor ini banyak wartawan yang sering meminta uang, jatah preman. Tapi menurut hemat saya, logikanya sederhana saja, kalau tidak bersalah kenapa mesti takut? “Berani karena benar, takut karena salah” bukan? Kalaupun wartawan mengobok-obok rahasia kantor, tidak ada masalah. Toh ini era keterbukaan, tak ada rahasia-rahasiaan lagi. Saya yakin oknum pejabat yang mau diperas wartawan adalah pejabat korup, berusaha memberikan “uang tutup mulut” atas kesalahan yang diperbuatnya. Dan oknum wartawan yang memeras oknum pejabat adalah wartawan abal-abal, mencari uang saja bukannya mencari berita dan menyampaikan kebenaran pada masyarakat.

Poster ini buatan dewan pers. Saya tak tahu sejarahnya poster ini hingga sampai dan tertempel di kantor. Apakah gratis dari dewan pers, ataukah berbayar. Pastinya dewan pers tahu kalau ada segelintir (kalau tak mau dibilang banyak) oknum wartawan yang hobi memeras oknum pejabat atau ada oknum pejabat yang suka menyuap wartawan. Tapi poster ini terlalu vulgar, mungkin sebaiknya poster ini tak perlu dipasang. Biarlah oknum wartawan itu memeras pejabat korup. Lagian bukan hanya uang yang dicari, bisa jadi berupa barang atau janji. Bagaimana kalau sang wartawan minta yang macam-macam? Minta dinikahkan mungkin? Atau minta doa restu? Ah sudahlah, mari berpositif thinking.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s