Lima ribu tiga lagu

Di jalan pulang, Khal melihat penampakan odong-odong. Seketika dia merajuk setengah maksa, “odong-odong Ayah!”, tanda kalau dia berhasrat naik odong-odong yang dimaksud. Kami pun berjanji akan menaikkannya odong-odong, tapi pulang dulu.

Sesampai di rumah saya pikir Khal lupa odong-odong tadi. Tak hentinya dia meminta, akhirnya saya membawanya ke tempat tadi. Sebenarnya saya khawatir posisi parkir odong-odong ini mengganggu kelancaran lalu lintas. Saya juga khawatir anak-anak yang naik odong-odong keserempet mobil atau motor yang lalu lalang.

Akhirnya tukang odong-odong saya panggil masuk ke kompleks, biar aman. Dengan sedikit persuasif, Khal akhirnya mau turun setelah sembilan lagu. Tarifnya lima ribu tiga lagu, lumayan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s