Pete-pete gratis, masih adakah?

Pete-pete yang saya tumpangi berhenti. “Sentral bu?”, menawarkan pete-petenya pada seorang ibu di pinggir jalan. Si ibu melihat sebentar kemudian berkata “Mauka ke sentral, tapi tidak ada uangku”. Sopir pete-pete otomaris menarik kopling, tanda tidak bersedia memberi tumpangan gratis bagi si ibu. Saya heran, mengapa pak sopir tak memberi gratisan padahal pete-pete masih kosong. Apa salahnya menaikkan si ibu?

Saya iba, lalu menawarkan ibu itu naik pete-pete. “Tapi dua orang ki Pak”, kata sang sopir pada saya. “Biarmi pak”, jawab saya. Ibu itupun naik bersama anaknya sambil setengah mati berterima kasih.

Ibu itu mau ke sentral, lalu nyambung pete-pete Minasa Upa.

3 thoughts on “Pete-pete gratis, masih adakah?

  1. di daerah saya, pete pete (angkot) makin sekarang makin hilang. jadi orang terpaksa menyiapkan armada untuk kebutuhan mereka sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s