Elemental


Minggu lalu saya sempatkan bersepeda, bertualang di dekat rumah. Mumpung saya sedang “sendiri”. Kadang mesti menikmati kesendirian, walau berat. Di perjalanan saya menikmati “pemandangan” yang masih alami. Hamparan sawah berlatar pabrik. Sungguh kontras. Sekontras perasaanku yang sedang merindumu, kekasih.

Dalam foto ini ada berbagai unsur. Alami dan buatan manusia. Ada sawah kering, sawah yang ditumbuhi rumput, rumah kecil dotengah sawah, dan langit biru. Langit biru sebiru cintaku yang membiru menelan rindu, kekasih.

Pemandangan pinggiran kota Makassar memang dipenuhi pabrik dan gudang. Disekitarnya masih ada persawahan. Jelang musim kemarau, tanah mulai kering dan gersang. Segersang hatiku yang menunggumu kembali ke pelukanku, kekasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s