Puisi Orang Gila

Kepalan tangan tak kan meredakan perih..
Hunusan pedang tak kan mematahkan pilu..
Luapan air mata tak kan membasuh luka..
Hempasan wujud hanyalah sia-sia..
Berlapang dadalah walaupun sesak..
Tersenyumlah walaupun kecut..
Cahaya redup kan datang menyerta..
Hingga terang membalut gulita..
Duhai aku, anak manusia..
Camkan tutur arif sang rahim..
Bersabarlah, maafkan, dan lupakan!!!
Hingga kita bersua pada yang mula..

Kalau tak pandai berpuisi, mari menggila. Entah siapa yang gila, dia atau saya? Karena konon yang membentuk persepsi adalah yang mayoritas, kemudian terkonvensi menjadi pandangan umum yang dianggap wajar.

Entah apa isi kepalanya. Mungkin dia demikian karena kesedihan memuncak, ditinggal pergi saat sayang-sayangnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s